SUARA PEMBARUAN DAILY

Lumpur Sidoarjo Terus Dibuang ke Kali Porong

[SIDOARJO] Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Lapindo Brantas terus mengerahkan puluhan truk tangki untuk menyedot air lumpur dan membuangnya ke Kali Porong guna mengantisipasi melubernya air lumpur ke ruas tol Gempol-Surabaya dan pemukiman warga, Jumat (22/9). Penyedotan air lumpur ini sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.

Lumpur panas bercampur air yang keluar dari lubang pengeboran Lapindo terus memenuhi sejumlah kolam penampungan yang dibangun di sekitar delapan desa di Kabupaten Sidoarjo, misalnya di kolam penampungan lumpur di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, ketinggian lumpur bercampur air hampir sama dengan ketinggian tanggul yang saat ini telah mencapai tujuh meter.

Pasca-amblasnya tanah di sekitar pusat semburan lumpur Minggu (17/9) lalu, volume semburan memang semakin tinggi. Bahkan tanggul yang berada di Desa Siring jebol dan lumpur menerjang pemukiman warga di lima RT, yaitu RT 4, RT 7, RT 8, RT 9 dan RT 10.

Untuk mengantisipasi melubernya lumpur bercampur air, baik ke arah permukiman penduduk maupun ke ruas tol, sejak pagi hingga siang hari ini, Tim Nasional Penanggulangan Semburan Lumpur Panas Lapindo Brantas mengerahkan sejumlah truk tangki untuk menyedot air lumpur dan di buang ke Kali Porong.

Sementara itu, warga Besuki korban luapan lumpur akhirnya mau menerima uang kontrak rumah dan bersiap untuk pindah dari pengungsian di jalan tol Porong-Gempol. Uang kontrak sebesar Rp 5 juta dan bantuan uang transport Rp 500.000 per keluarga sama seperti para pengungsi dari desa-desa lainnya.

Amari, warga Desa Besuki mengatakan, kendati sudah menerima uang kontrak, tetap menolak dengan tegas jika desanya ditenggelamkan untuk kolam penampungan Lumpur karena masih ingin menempati tanah kelahirannya.

Sekarang hampir semua warga Desa Besuki, Kecamatan Jabon menerima uang kontrak rumah Rp 5 juta untuk dua tahun, uang pindah Rp 500 ribu per keluarga. Sesudah menerima uang kontrak ini, warga diwajibkan untuk pindah dari Desa Besuki.

Sementara itu, Kepala Staf TNI AD (Kasad) Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) siap diperpanjang bila tenaga mereka masih dibutuhkan guna membantu penanganan dampak lumpur Lapindo di Porong.

Pernyataan itu sekaligus menjawab soal diperpanjang tidaknya tugas TMMD di Porong yang akan berakhir 10 Oktober nanti. "Secara prinsip, para prajurit masih sanggup mengemban tugas membantu masyarakat di Porong sekalipun banyak kendala yang ditemui prajurit di lapangan, seperti kendala sosial maupun alam yaitu sering jebolnya tanggul, pendudukan dari pengungsi sehingga kendaraan berat terlambat keluar maupun masuk," katanya.

Masa tugas TMMD yang diterjunkan membantu mengatasi dampak semburan lumpur panas bercampur gas di Sidoarjo, diminta agar diperpanjang. Keberadaan TMMD sangat membantu masyarakat dan Pemkab Sidoarjo untuk rehabilitasi dan penguatan tanggul.

"Keberadaan TMMD sangat membantu masyarakat dan Pemkab Sidoarjo untuk rehabilitasi dan penguatan tanggul," kata Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso. [029/080]


Last modified: 23/9/06