SUARA PEMBARUAN DAILY

Penderita HIV/AIDS di Bengkulu 79 Orang

[BENGKULU] Penderita penyakit human immunodeficiency virus/acquired immuno deficiency syndrome (HIV/AIDS) di Provinsi Bengkulu hingga akhir Agustus 2006, tercatat sebanyak 79 orang. Delapan di antaranya telah meninggal dunia termasuk seorang penderita HIV/AIDS di Bengkulu meninggal pada bulan Agustus lalu.

Hak tersebut diungkapkan Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Drs Bambang Suseno kepada Pembaruan, di Bengkulu, Kamis (21/9). Dia mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Bengkulu terus meningkat dari tahun ke tahun.

Jika pada tahun 2003 jumlah penderita HIV/ AIDS positif di Bengkulu hanya lima orang dan pada tahun 2006 ini tercatat sebanyak 79 orang, berarti dalam waktu 13 tahun penderita HIV/AID di Bengkulu bertambah sebanyak 74 orang. Penderita HIV/AIDS di Bengkulu sebanyak 79 orang itu, sebanyak 36 orang disebabkan menggunakan jarum suntik secara bergiliran dan sebanyak 32 orang kerena berhubungan seks di luar nikah dan satu orang homoseksual.

Untuk menekan jumlah penderita HIV/AIDS di Bengkulu ke depan, pihak Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu meminta masyarakat daerah ini untuk mewaspadai penyebaran penyakit tersebut, dengan menghindari hubungan seks di luar nikah, dan tak mengonsumsi narkoba, khususnya yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Sebab, penularan virus HIV/AIDS melalui jarum suntik sangat cepat jika dibanding melakukan hubungan seks dengan bukan pasangan resmi alias wanita pekerja seks komersial (PSK).

Upaya lainnya yang dilakukan Dinas Kesehatan Bengkulu untuk meminimalisasi penyebaran HIV/ AIDS di daerah ini, adalah dengan terus melakukan sosialisasi tentang penyebab dan bahaya dari penyakit tersebut. Di samping itu, secara rutin melakukan pengambilan sampel darah pada kalangan rawan penyebaran penyakit tersebut di tempat lokalisasi dan penjara.

Tentang banyaknya penderita HIV/AIDS yang meninggal, kata Bambang, hal itu terjadi akibat mereka enggan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit setempat. Meskipun penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, tetapi dengan mereka berobat secara rutin dapat memperlambat penyebaran virus di badan penderita, serta memperlambat kematian.

Sebelumnya, Direktur RSUD M Yunus Bengkulu, dr Syarifuddin secara terpisah mengatakan, penderita HIV/AIDS yang berobat di RSU tersebut, umumnya penderita yang telah berada pada stadium tiga atau empat, akibatnya mereka tidak dapat diselamatkan lagi dari kematian. [143]


Last modified: 23/9/06