esatnya perkembangan teknologi digital, terutama dalam hal kamera video membuat kreativitas anak muda Indonesia semakin nyata di kehidupan sehari-hari. Hal itu terbukti dari banyak karya anak bangsa Indonesia yang memenangkan ajang festival film di luar negeri.
Sayangnya, ruang ekspresi untuk para pegiat film indie yang hanya bermodal semangat, ide, dan kamera videonya ini masih sedikit. Kalaupun ada, ruang tersebut belum cukup untuk menampung karya-karya para pegiat film. "Kondisi inilah yang membuat Forum Dokumentasi Budaya Jawa Barat mencoba memfasilitasi para pegiat film di jalur independen. Salah satunya dengan coba menggelar Bandung Video Musik Festival (BVMF) 2006," ungkap project officer BVMF 2006, Tubagus Adhi di Bandung, Kamis (21/9).
Sebelum ini, menurutnya, Forum Dokumentasi Budaya Jawa Barat telah menyelenggarakan acara serupa hanya saja dalam bentuk Festival Film Pendek Bandung. "Acara ini adalah festival sekaligus ruang pesta ekspresi dan kreativitas para film makers," sambung Adhi.
Dia menjelaskan, kompetisi pada jenis video klip didasarkan atas perkembangannya yang begitu pesat seiring dengan tumbuhnya dunia musik dan televisi swasta di Indonesia, baik nasional maupun di daerah. Tema acara yang diangkat adalah "Metro Spiritual dan Hetero Konseptual" dengan melibatkan beragam partisipan mulai dari filmakers, dokumentator, kritikus, dan praktisi.
Pelaksanaan BVMF 2006 dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan. Tahapan awal berupa Soft Launching tanggal 16-17 September 2006 dilaksanakan di Asia Afrika Culture Centre (AACC) dan sekitar Kawasan Braga. Soft Launching tersebut sekalian mengawali Pendaftaran Gelombang I antara tanggal 17-28 September 2006 dengan waktu penayangan karya video tanggal 1-28 Oktober 2006.
Selanjutnya, Pendaftaran Gelombang II mulai tanggal 16 hingga 28 Oktober 2006 dengan waktu penayangan karya tanggal 1-28 November 2006. Sedangkan untuk Tayangan Menuju Final pada 15-20 Desember 2006. "Hasil karya itu akan ditayangkan di televisi lokal Bandung."
Misi BVMF 2006, ungkap dia, berupaya melahirkan eksplorasi lain yang berbasis pada metro spiritualitas yang kemudian berwujud dalam gagasan estetik dari hetero konseptual.
Selain itu untuk lebih memfasilitasi para sineas muda serta mereka yang tertarik menjadi film maker, maka panitia sengaja menggelar Workshop Video Maker pada bulan Oktober 2006 dengan langsung mendatangi Kampus dan Sekolah SMU yang ada di Bandung. BVMF 2006 sendiri akan ditutup dengan Malam Penganugerahan pada tanggal 31 Desember 2006 di gedung Asia Afrika Culture Center (AACC).
Adhi menjelaskan kompetisi ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia. Pembuatan video klip itu juga dibuat standar video klip independent, bermutu, mengandung nilai spiritualitas metropolitan dan dengan pendekatan konsep (isi) yang beragam (hetero konseptual).
"Isinya berdurasi minimum tiga menit dan maksimum lima menit, serta dibuatkan salinannya lima buah," papar dia seraya menambahkan bagi yang berminat dapat langsung bertanya kepada Galeri Kita di Jalan Martadinata no 209, Bandung atau menghubungi no telepon (022) 70846182 atau (022) 70421510. [153]