[YOGYAKARTA] Musim kemarau panjang dan rusaknya beberapa saluran irigasi di Kabuten Bantul, mengakibatkan sedikitnya 925 hektare lahan pertanian tidak bisa ditanami padi.
Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dipertahut) Bantul Edy Suharyanto mengeluhkan, dibandingkan beberapa minggu lalu, saat ini kondisi lahan makin kering dan sudah tidak bisa dioperasionalkan.
"Beberapa memang karena saluran irigasinya belum normal pascagempa. Diperkirakan pada akhir Oktober, lahan persawahan baru bisa ditanami kembali," katanya, Kamis (21/9).
Menurutnya, kekeringan adalah kondisi rutin yang dialami oleh sebagian petani di daerah pegunungan tandus. Lahan yang memiliki irigasi dapat menggunakan pompa untuk menaikkan air. Petani di daerah yang tidak ada saluran irigasi hanya menunggu sampai turun hujan.
Dengan kondisi itu, produktivitas padi memang menjadi sangat terganggu dan akan berakibat pada hasil panen. [152]