SUARA PEMBARUAN DAILY

Chrisjon Diunggulkan 70-30

Juara tinju dunia kelas bulu versi WBA Chrisjon (kiri), mengangkat tangan bersama penantangnya dari Panama, Renan Acosta, saat acara penimbangan badan, di Jakarta, Jumat (8/9). Mereka akan bertanding pada Sabtu (9/9) malam, di Gelanggang Olahraga Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta. [Pembaruan/YC Kurniantoro]

[JAKARTA] Juara dunia tinju kelas bulu versi Asosiasi Tinju Dunia (WBA), Chrisjon, diunggulkan 70 berbanding 30 dalam pertadingan melawan penantangnya, Renan Acosta (Panama), di Gelanggang Olahraga Sumantri Brojonegoro, Jakarta, Sabtu (9/9) malam. Pertandingan ini akan disiarkan langsung stasiun televisi Indosiar mulai pukul 21.00 WIB.

Mantan petinju nasional Adrianus Taroreh, Polly Pasireron, Ellyas Pical, Oky Petrus, dan wasit tinju terbaik nasional, Nus Ririhena, menyatakan, Chrisjon bakal unggul jauh dari Acosta. Mereka menyebut 70:30 untuk petinju kelahiran Banjarnegara, Jawa Tengah itu. Adrianus Taroreh yang hadir dalam acara timbang badan, Jumat (8/9) menyatakan, kesiapan petinju terlihat ketika mereka timbang badan. Dia berpendapat Chrisjon jauh lebih meyakinkan ketimbang lawannya.

Soal catatan hasil pertandingan, Adrianus berpendapat hal itu bukan jaminan penampilan petinju. "Saya melihat Chrisjon sangat siap meme- nangi pertandingan ini," kata Taroreh. Tentang sinyalemen yang menyebutkan bahwa Chrisjon sempat bermasalah dengan kelebihan berat badannya, Adrianus menyatakan tidak tahu persis. "Mudah-mudahan sinyalemen itu tidak benar, atau hanya sebuah strategi untuk memberi angin segar buat lawan," tuturnya.

Mantan juara Asia-Pasifik, Polly Pasireron, juga mengatakan hal serupa. Dia tidak ragu sedikit pun pada penampilan Chrisjon. Upaya Chrisjon menurunkan berat badan menjelang timbang badan dengan berlari-lari merupakan hal biasa. Malah Polly mengkhawatirkan lawannya, Acosta, menurunkan berat badan menggunakan obat-obatan yang bisa berdampak negatif pada penampilan atlet.

Sementara itu, wasit tinju terbaik nasional, Nus Ririhena, menyatakan tahu persis kemampuan Chrisjon kalau menghadapi lawan yang jauh lebih tinggi darinya. "Saya sudah tahu Chrisjon sejak dia main tinju empat ronde di Tangerang. Lawan yang lebih tinggi itu selalu menjadi makanan empuk Chrisjon," tutur Nus Ririhena.

Pada kesempatan terpisah, mantan juara tinju dunia kelas bantam junior versi Federasi Tinju Internasional (IBF), Ellyas Pical, mengatakan mahkota juara masih akan menjadi milik Chrisjon. "Eh, beta baca rekornya, Tuang Ala, kecil," tutur Ellyas Pical.

Sementara itu, Oky Petrus, mantan juara nasional mengatakan, Chrisjon sudah mengincar untuk pertandingan berikutnya. Itu artinya, melawan Renan Acosta cuma sekadar numpang lewat. Chrisjon sendiri dalam acara jumpa pers di Jakarta, Jumat, mengatakan, dia konsentrasi penuh untuk pertandingannya nanti. "Saya tidak menjanjikan apa-apa, kecuali berusaha untuk tampil baik pada setiap rondenya. Soal KO itu nomor dua, yang penting harus menang dulu," tuturnya.

Sementara Acosta, mengatakan, dia ingin menjadi orang Panama kedua yang meraih gelar juara dunia, setelah Roberto Duran. [W-6]


Last modified: 9/9/06