SUARA PEMBARUAN DAILY

Pegal dan Jet Lag? Spa Saja!

Terapi hot stone spa itu dikenal sejak 1993 di daerah Arizona, Amerika Serikat. Sejak itu, spa kreasi Mary Hannigan itu menjamur ke seluruh dunia, hingga ke Indonesia. Di Jakarta, misalnya, metode spa ini sudah bisa ditemukan di berbagai lokasi spa terkenal.

Salah satu treatment dalam hot sand spa.

Bagi orang Indonesia pada umumnya, rasa pegal-pegal atau kurang enak badan akan langsung diobati dengan kerokan (atau kerik), mengoleskan balsam, mengoleskan minyak angin, atau pijat. Namun, di zaman serbamodern seperti sekarang, kebiasaan seperti itu bisa jadi tak lagi banyak ditemui.

Solusinya? Datanglah ke berbagai spa yang kini tengah menjamur. Banyak tawaran perawatan yang bisa membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Khusus untuk yang lelah dan pegal-pegal, hot sand spa dan hot stone spa bisa dipilih. Kedua jenis spa ini mampu menghilangkan keluhan di atas, menjadikan tubuh segar dan rileks.

Sesuai namanya, ada perbedaan di antaranya keduanya. Hot stone spa menggunakan batu-batuan alam yang dipanaskan kemudian ditekan-tekankan ke beberapa bagian tubuh dengan metode pijat Swedia atau Swedish massage. Kemudian, batu-batu itu disusun di tulang belakang, telapak tangan, atau di antara jari kaki, untuk memperbaiki aliran energi pada tubuh. Jika batu sudah mendingin, terapis akan menggantinya dengan batu yang masih panas.

Terapi hot stone spa itu dikenal sejak 1993 di daerah Arizona, Amerika Serikat. Sejak itu, spa kreasi Mary Hannigan itu menjamur ke seluruh dunia, hingga ke Indonesia. Di Jakarta, misalnya, metode spa ini sudah bisa ditemukan di berbagai lokasi spa terkenal.

Sementara, hot sand spa mengadopsi konsep hot stone spa. Namun, spa jenis ini memadukannya dengan rempah-rempah dan konsep tradisional. Batu alam, misalnya, diganti dengan pasir laut, kacang hijau, biji petai cina atau lamtoro gung, dan rempah-rempah. Bahan-bahan tadi kemudian dibungkus dengan kain menjadi satu dan dihangatkan ke dalam steamer. Terapis spa lalu menekan-nekankan bungkusan tadi ke tubuh dengan metode yang mirip dengan hot stone spa, yakni ala Swedish massage.

Sebagian Besar Pria

Seperti yang disebutkan tadi, hot sand spa lebih banyak menggunakan rempah-rempah ketimbang hot stone spa. Seperti yang Pembaruan rasakan di Alameda Spa, Hotel JW Marriott, Kuningan Jakarta, misalnya. Tubuh dibaringkan di atas tempat tidur khusus spa. Di bagian kepala, terdapat lubang sehingga saat punggung dipijat, wajah yang menghadap ke lantai akan diselubungi wangi jahe yang menghangatkan tubuh dan serai yang melegakan pernapasan.

Wewangian itu berasal dari anglo kecil yang diletakkan tepat di bawah lubang. Hmm... Sensasi hangat dan rileks pun kian terasa.

Usai merasakan tekanan da- ri campuran pasir dan rempah- rempah, tubuh kemudian dibaluri dengan ramuan jahe dan berbagai rempah-rempah lainnya. Rasanya sih mirip seperti dilulur. Ramuan tersebut kemudian digosokkan hingga gugur bersama lapisan kulit mati.

Boleh dibilang, ramuan ini terasa lebih hangat dan membuat otot- otot tubuh lebih rileks.

Selesai? Tunggu dulu. Terapis akan memijat seluruh tubuh dengan minyak kenanga yang dicampur dengan minyak esensial lain. Kalau tidak kuat, bisa-bisa saking rileksnya, mata akan pelan- pelan menutup dan napas menjadi teratur. Kantuk pun datang menyerang.

Menurut Dwi Hartono, Assistant Recreation Manager JW Marriott Jakarta, hot sand spa yang ditawarkan di Alameda Spa merupakan spa orisinal yang hanya ada di situ.

"Spa ini biasanya digemari oleh tamu-tamu kami yang merasa pegal-pegal atau kurang enak badan. Beberapa tamu yang menderita jet lag dan minta perawatan di sini selalu kami sarankan untuk menjalani hot sand spa. Umumnya, mereka mengaku puas karena spa ini mampu membuat otot-otot tubuh menjadi rileks," tutur Dwi.

Karena itu, berbeda dengan spa-spa lain yang lebih fokus pada kecantikan, hot sand spa justru lebih mementingkan unsur kesehatan. Tak heran jika peminatnya pun lebih banyak dari kaum pria.

"Sekitar 80 persen tamu kami memang datang dari kaum pria. Karena itu, banyak yang menggemari hot sand spa ini. Beberapa bahkan merupakan tokoh terkenal. Namun, kami tak bisa menyebutkan namanya," Dwi melanjutkan seraya tersenyum.

Tertarik? Siapkan dulu waktu selama dua jam penuh untuk menikmati relaksasi dengan hot sand spa ini. Niscaya, dengan kehangatan ramuan dan kekuatan pijatan sang terapis, segala lelah, pegal dan jetlag yang dialami pun langsung minggat jauh-jauh. [Pembaruan/Irawati Diah Astuti]


Last modified: 9/9/06