[MEDAN] Kepolisian berhasil menangkap Adelin Lis (49) yang dianggap sebagai cukong dan dalang perambahan hutan di Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara. Ia ditangkap di Beijing, China. Adelin Lis yang buronan itu merugikan negara sekitar Rp 228.58 triliun.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut, Irjen Pol Drs Bambang Hendarso Danuri MM, kepada Pembaruan melalui telepon seluler, Jumat (8/9) tengah malam mengatakan, pihak kepolisian sedang memperketat pengamanan atas Adelin Lis.
Kapolda menambahkan kerugian negara akibat perambahan hutan di Madina mencakupi hasil pembalakan hutan oleh PT Inanta Timber sekitar Rp 225,63 triliun dan PT Keang Nam sekitar Rp 2,95 triliun. Jumlah kerugian itu diketahui atas hasil penelitian dari instansi terkait, termasuk melibatkan peneliti dari Institut Pertanian Bogor dan Menteri Lingkungan Hidup bulan Januari 2006.
Dikatakan dalam masa penelitian itu terungkap ada sekitar 50.000 hektare hutan telah digunduli dengan memanfaatkan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dan hak penebangan hutan. Sementara rencana kerja tahunan dari pihak perusahaan hanya sekitar 38.000 hektare, termasuk kerusakan 58.000 hektare. Kerusakan itu diketahui berdasarkan penelitian ahli lingkungan hidup Kementerian Lingkungan dan Institut Pertanian Bogor.
Kapolda mengungkapkan Adelin Lis diringkus ketika sedang mencoba melakukan pengurusan perpanjangan paspor di Beijing. Pihak KBRI yang sama sekali tidak mengenalnya merasa curiga ketika Adelin Lis mengaku melakukan pengurusan perpanjangan paspor untuk meneruskan sekolah.
Pihak KBRI pun menghubungi pihak imigrasi. Belakangan diketahui, Adelin Lis merupakan buronan kelas wahid oleh Polda Sumut. Dia dipastikan sebagai aktor dalam kasus illegal logging. Petugas pun akhirnya menahannya di KBRI.
Ditambahkan, Adelin Lis sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Sumut, terhitung sejak sekitar lima bulan kemarin. Selain dia, saudaranya bernama Adenan Lis juga kabur bersama Lee Suk Man, seorang warga asal Korea Selatan.
Kapolda Bambang menjelaskan, pihaknya berhasil mengungkap kasus tersebut setelah melakukan penyelidikan di areal penebangan oleh perusahaan di Madina. Hasil penyelidikan menunjukkan ada pembalakan hutan di luar areal hak penebangan hutan (HPH) yang dimiliki perusahaan.
Saat itu, Adelin Lis, Adenan Lis bersama Lee dan Sukman langsung melarikan diri, dan berhasil meninggalkan Indonesia. Dijelaskan dalam kasus itu sedikitnya lima belas orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Kepala Dinas Kehutanan Madina, Ir Budi Ismoyo. Ia ditahan polisi karena terindikasi terlibat dalam hal perizinan yang diduga dipalsukan.
Kabur
Setelah dilakukan penangkapan, Adelin Lis meminta dibawa untuk berobat ke rumah sakit. Petugas yang semula mempercayainya langsung memboyongnya ke rumah sakit di Sino Germany. Ternyata, Adelin Lis sudah merancang untuk melarikan diri.
Kaburnya Adelin Lis ketika petugas hendak membawanya ke rumah sakit di Sino Germany, salah satu wilayah di Beijing. Empat orang petugas yang mengantarkannya atas dasar permintaan Adelin Lis untuk berobat diserang tiba-tiba.
Mereka dipukuli kemudian ditinggalkan. Adelin Lis yang diduga sudah merancang pelarian itu dengan mengontak mafia langsung dibawa. Pihak KBRI langsung meminta bantuan petugas di Beijing. Kabarnya, Adelin Lis tertangkap kembali.
Tertangkapnya Adelin Lis, ungkap Kapolda Bambang, akan mengungkap tabir keterlibatan dari sejumlah oknum. Apakah itu oknum aparat penegak hukum maupun pemerintahan. Adelin Lis dianggap sebagai cukong terbesar perambahan hutan.
Adelin Lis dinyatakan sebagai buronan berdasarkan dari keterangan Lingga Tanujaya alias Aleng, dan Manager PT Keang Nam, Josni Purba, Susilo Setiawan. Juga keterangan dari Kepala Dinas Kehutanan Madina Ir Budi Ismoyo dan stafnya Nirwan Rangkuti SH.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut, Kombes Pol Drs Ronny Frengky Sompie yang dihubungi Sabtu (9/9) pagi menjelaskan sekitar pukul 12.00 nanti Adelin Lis yang diboyong dari Hong Kong oleh petugas KBRI, Polri, dan Kejaksaan Perwakilan Indonesia di Hong Kong bersama interpol dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng Jakarta. [AHS/W-8]