SUARA PEMBARUAN DAILY

Atasi Masalah, Baru Bangun Permukiman

[JAKARTA] Pembangunan permukiman bagi warga di daerah bencana dan daerah konflik harus dilakukan setelah masalah utamanya diselesaikan. Kalau di daerah konflik, konfliknya harus diselesaikan pada kesempatan pertama, baru dibangun permukiman bagi masyarakat korban.

Demikian dikatakan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla dalam diskusi yang bertajuk "Pembangunan Kembali permukiman Pasca Bencana" yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jakarta, Jumat (8/9).

Kalla mengungkapkan hal itu berdasarkan pengalamannya selama lima tahun menjadi Ketua Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana, tiga tahun sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dan dua tahun sebagai Wapres. Dalam rentang waktu itu, dia bisa mengidentifikasikan ada dua model bencana yang terjadi di Indonesia yaitu bencana alam dan bencana karena ulah manusia.

Dari sekian banyak bencana yang terjadi selama lima tahun memimpin Bakornas, tambahnya, hanya ada dua bencana alam yaitu tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004 dan gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah belum lama ini. Sisanya adalah bencana akibat ulah manusia yaitu kasus Timor Timur tahun 1999 yang menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi ke Nusa Tenggara Timur, kerusuhan di Sambas (Kalimantan Barat), Maluku, dan Poso. [A-21]


Last modified: 9/9/06