[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga ketua dewan pembina Partai Demokrat lebih memilih mendahulukan kepentingan bangsa dan negara daripada kepentingan Partai Demokrat. Karena itu Presiden Yudhoyono meminta seluruh kader Partai Demokrat mengerti.
Penegasan Presiden Yudhoyono ini disampaikan dalam pesan khususnya ketika berpidato dalam Peringatan HUT Partai Demokrat ke-5, di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (8/9). Hadir dalam acara ini Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, partai pemenang Pemilu 2004.
"Saya harus menggunakan bahasa terang, saya tidak bisa dan tidak mungkin meletakkan kepentingan Partai Demokrat di atas kepentingan bangsa dan negara. Meskipun saya sangat mencintai Partai Demokrat, partai yang saya gagas dan saya dirikan sendiri. Ketika saya harus memilih antara kepentingan yang lebih besar atau kepentingan partai saya harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar, ini kontrak politik saya, ini etika politik saya," katanya.
Selain itu hadir sebagian dari para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu, tokoh ormas, tokoh agama dan massa pendukung Partai Demokrat yang disebut panitia sebanyak 17 ribu. HUT Partai Demokrat seharusnya jatuh pada Sabtu ini, 9 September yang juga hari kelahiran Presiden Yudhoyono. Namun menurut panitia, peringatan dipercepat satu hari, karena Presiden Yudhoyono hari ini memulai lawatannya ke tiga negara di Eropa dan Amerika, yakni Finlandia, Norwegia dan Kuba, selama 10 hari.
Sejumlah Pesan
Pesan Presiden Yudhoyono lainnya semalam adalah perlunya menyelesaikan perselisihan di internal partai secara damai. Selalu ada solusi atas konflik -yang wajar terjadi- jika memang benar-benar ingin diselesaikan. Partai Demokrat sejak berdiri sampai saat ini, seperti halnya parpol lainnya, juga dilanda konflik internal. Beberapa pendirinya, seperti Sys NS bahkan sudah membentuk parpol baru, sementara kader utama dan pengusung Yudhoyono hingga menjadi presiden memilih nonaktif atau mengundurkan diri.
Tentang aktivitas parpol membantu rakyat yang dilanda musibah, di antaranya bencana alam, Presiden Yudhoyono menyatakan dukungannya. "Saya berterima kasih, bukan hanya pada Partai Demokrat, banyak elemen di negeri ini, termasuk partai-partai lain yang saya lihat sendiri membantu masyarakat yang mengalami musibah dan bencana, itu mulia, teruskan langkah itu," katanya.
Namun diingatkan, dalam mencari dana untuk membantu rakyat tersebut, sudah bukan saatnya menggunakan korupsi atau cara-cara yang tidak halal. "Percayalah, berapa pun yang saudara bantukan pada rakyat, asalkan ikhlas dan tulus, tentu sangat besar artinya. Rakyat kita amat pandai berterima kasih," kata Presiden yang didampingi istrinya Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono) yang juga pengurus di DPP Partai Demokrat. Saat ini Partai Demokrat diketuai Hadi Utomo, yang juga adik ipar Ani Yudhoyono.
Pesannya yang keempat, meminta seluruh jajaran Partai Demokrat, mulai dari DPP, DPD (provinsi) dan DPC (kabupaten/kota) memajukan partai. Selain itu, seluruh anggota DPR dan DPRD di provinsi dan kabupaten/kota diminta mendukung pemerintah. [Y-3]