SUARA PEMBARUAN DAILY

Ekor Pari Itu Mengakhiri Hidup si Pawang Buaya

Salah satu spesies ikan pari di Akuarium Sydney, Australia. [Foto: AP/Mark Baker]

Beberapa waktu lalu nama ikan pari mencuat ketika di internet beredar rekaman gambar ikan pari yang mirip dengan tubuh manusia. Nama ikan pari ini kembali muncul ketika menjadi penyebab kematian Steve Irwin (44), pembawa acara The Crocodile Hunter yang awalnya ditayangkan di sebuah stasiun televisi Australia.

Secara fisik bentuk ikan pari dapat dilihat jika mengunjungi salah satu akuarium besar di Seaworld, Ancol, Jakarta. Para pengasuh akuarium itu biasanya memberikan pertunjukan berenang bersama ikan pari. Bagi pengunjung, pertunjukan ikan pari itu sangat mengagumkan.

Di sisi lain, ikan pari sebenarnya memiliki daging yang enak. Sejumlah tempat dan budaya di dunia memiliki koleksi menu berbahan ikan pari. Beberapa rumah makan menyediakan masakan dari ikan pari dengan harga yang relatif mahal.

Banyak pertanyaan yang muncul ketika ikan pari menjadi pembunuh Steve Irwin, karena ikan ini dikenal relatif bersahabat dengan manusia. Dada Steve tertusuk duri ikan pari hingga ke jantungnya, saat membuat film dokumenter di lepas pantai timur laut Australia.

Sejumlah saksi menyebutkan Steve sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama, tetapi nyawanya tidak tertolong saat masih dalam perjalanan.

Namun menurut manajer Irwin, John Stainton, seperti dikutip yahoo.com, Steve yang dikenal sebagai pawang buaya, sempat mencabut duri dari dadanya. Rekaman video memperlihatkan dia sedang berenang mendekati seekor ikan pari di Great Barrier Reef pada Senin (4/9).

"Secara tiba-tiba ikan itu mencambuk dada Irwin dengan ekor berdurinya. Tampak bahwa Steve tengah berenang di atas sirip saat ekor ikan itu terangkat dan mencambuknya di di dada. Dia menariknya keluar dan sesaat kemudian dia tewas," kata Stainton seusai menyaksikan rekaman itu.

Pembuat dokumenter lingkungan Australia, Ben Cropp, mengatakan rekaman video itu memperlihatkan Irwin yang berenang di samping seekor pari banteng yang beratnya diperkirakan mencapai 100 kilogram, sementara juru kamera merekamnya dari depan. Saat ini rekaman itu masih di tangan polisi Australia dan kemungkinan tidak akan dilansir oleh Discovery Channel yang memiliki hak atas rekaman itu.

Duri Beracun

Di alam bebas, ikan pari (Dasyatis uarnak) sebenarnya bersaudara dengan ikan jerung, sejenis hiu besar yang ganas (Charcarias dussumieri). Tetapi ikan pari tidak seperti ikan hiu pemangsa. Ikan pari jarang sekali menyerang manusia.

Mulutnya yang kecil bukanlah ancaman serangan dari ikan pari. Satu satunya ancaman dari ikan pari adalah ekornya yang berbentuk runcing dan berduri. Ada semacam racun dari duri itu, sebagai bentuk pertahanan dari serangan makhluk lain.

Duri ikan pari sebenarnya lebih mirip taji. Panjang duri itu bisa mencapai delapan inci dan ditutupi sisik dermal denticles. Ujung duri ini bisa menjadi keras dan tegang apabila ikan pari merasa terancam dan berbentuk seperti pisau daging bergerigi dan memiliki bisa yang mengancam pemangsa. Sementara racun yang ada di duri itu merupakan sejenis protein yang bisa mengganggu detak jantung dan pernapasan.

Di dunia ini ada sekitar 200 spesies ikan pari dan hampir semuanya tergolong tidak berbahaya bagi manusia. Ikan pari menggunakan ekor berdurinya hanya jika merasa terancam atau diserang.

Menurut sejumlah ahli kelautan yang mengomentari kematian Steve, ikan pari yang menyerang Steve itu pasti merasa terancam dan Steve tidak memiliki ruang gerak yang leluasa untuk menghindari hujaman ekor berduri. Banyak yang berpandangan, yang terjadi pada Steve adalah kenyataan sehari-hari di alam liar. Saat merasa terganggu, sistem pertahanan makhluk akan merespons hingga mengarah pada penyerangan.

Berbeda dengan hiu yang bisa memangsa manusia, ikan pari tidak memiliki perilaku seperti itu. Mulut ikan pari relatif kecil jika ingin memangsa manusia atau ikan-ikan besar lainnya. Sehingga dugaan kuatnya adalah pari itu merasa terancam.

Jika melihat gaya Steve dalam membawakan acaranya, memang terkesan berani dan kurang memperhatikan keselamatan jiwanya. Jutaan pemirsa pernah melihat Steve bermain-main dengan maut saat dia bertemu buaya, hiu, ular, dan laba-laba, yang semuanya adalah binatang liar.

Bahkan tayangan The Crocodile Hunter-nya pun dihentikan karena menuai protes saat tayangan yang memperlihatkan dirinya memberi makan buaya sambil menggendong bayinya. Ia pun sering dinilai mengganggu kehidupan liar, seperti saat berkunjung ke Kutub Selatan.

Namun begitu Steve tetap menjadi pribadi yang menarik saat mengenalkan kehidupan-kehidupan liar di alam bebas. Tanpa Steve tidak banyak yang tahu tentang kehidupan liar, atau bagaimana kehidupan liar itu saat bersentuhan dengan manusia.

Bela sungkawa terhadap peristiwa tragis Steve itu pun berdatangan dari berbagai sosok terkenal dunia. Bahkan pemerintah Australia pun sempat menawarkan pemakaman Steve dengan prosesi kenegaraan, meskipun akhirnya ditolak pihak keluarga karena dinilai tidak sesuai dengan pribadi Steve Irwin. [Pembaruan/Kurniadi]


Last modified: 9/9/06