SUARA PEMBARUAN DAILY

Tak Ada Kesepakatan Hanya Satu MRP di Papua

[JAYAPURA] Belum disepakati usaha Majelis Rakyat Papua (MRP) melakukan konsolidasi guna membicarakan bagaimana membuat payung hukum bagi keberadaan Provinsi Irian Jaya Barat (Irjabar) dan MRP sebagai satu kesatuan kultural, sosial, ekonomi, di Papua sehingga hanya satu MRP untuk seluruh Tanah Papua.

Demikian dikatakan Wakil Ketua I MRP, Frans Wospakrik ketika dihubungi Pembaruan, dari Jayapura, Jumat (18/8). Wospakrik mengaku walaupun sudah mengunjungi Manokwari dari tanggal 13-17 Agustus 2006, namun hasil masih jauh dari apa yang diharapkan. Kedatangannya bersama beberapa anggota MRP untuk bertemu DPRD Irjabar, hanya menyampaikan pandangan, bukan satu keputusan.

Dikatakan, tujuannya bagaimana menyusun suatu produk hukum untuk landasan hukum Irjabar dengan merevisi UU No 21/2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua. Juga bagaimana memberikan pemahaman kepada Irjabar bahwa keberadaan MRP merupakan satu kesatuan kultur, ekonomi dan sosial.

Meskipun ada dua provinsi, tetapi Papua tetap merupakan satu kesatuan kultural, sosial dan ekonomi.

Ketua DPRD Irjabar, Demianus Jimy Idjie mengatakan, dalam pertemuan itu dia mendelegasikan kepada Wakil Ketua DPRD Irjabar, Daud Mandowen, untuk menerima mereka sebagai hubungan persaudaraan sesama orang Papua, bukan urusan dalam konteks kelembagaan.

"Kami tidak ada kesepakatan tentang satu MRP. Mereka mau jadikan satu MRP itu dasarnya apa? Apa karena semangat perasaan saja. Kita tidak bisa diajak urus ketatanegaraan dengan hanya bermain perasaan. Ini kita bicara aturan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 54. Di situ dikatakan MRP dapat dibentuk di wilayah pemekaran. Dan berkedudukan di ibukota wilayah provinsi, dan MRP akan terbentuk di wilayah Irjabar. Ini sikap kami," tegasnya.

Menanggapi ini Wospakrik berharap keputusan yang nanti dikeluarkan DPRD Irjabar adalah keputusan lembaga. "Kita boleh mempunyai pandangan yang berbeda-beda, tapi kalau kita semua ingin menuju pada suatu kebersamaan ke depan, tentu kita akan mencari jalan bersama untuk menyatukan pandangan ke depan," ujarnya.

[ROB/M-11]


Last modified: 19/8/06