SUARA PEMBARUAN DAILY

Kembangkan Budaya Daerah sebagai Pilar Pemersatu Bangsa

[JAYAPURA] Seni budaya dari 250 suku di Tanah Papua adalah salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang tak terhingga nilainya. Untuk itu, harus dikembangkan sebagai salah satu pilar pemersatu bangsa dan merupakan puncak-puncak kebudayaan nasional.

Wakil Gubernur Papua, Alex Hesegem dalam sambutannya pada peresmian Pesta Budaya Papua V Tahun 2006, di Kompleks Taman Budaya Expo Wanena, Jayapura, Selasa (15/8).

Pesta Budaya Papua yang berlangsung hingga 20 Agustus mendatang diikuti oleh Kabupaten Merauke, Asmat, Tanah Merah, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Tolikara, Yahukimo, Keerom, Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, Supiori, Nabire, Puncak Jaya, Mimika,Yapen Waropen, Sarmi, Waropen, dan Jayapura.

Menurut Wagub Hesegem, melalui pesta budaya, kita memperkenalkan seni kepada siapa saja karena Papua adalah tanah yang luas dengan aneka ragam budaya, adat-istiadat dan seni yang bernilai tinggi. Di antaranya suku Asmat, suku Kamoro, suku Sentani, suku Biak dengan seni ukirnya yang terkenal di dunia. Apalagi musik tradisional, lagu dan tari yang sangat beraneka ragam.

"Karena itu, saya mengharapkan peserta untuk menampilkan pertunjukan seni yang memiliki ciri khusus sesuai adat-istiadat masing-masing. Jangan saudara meniru dari kabupaten lain atau daerah lainnya. Pertahankanlah kebudayaan saudara sebagai falsafah hidup yang merupakan puncak dari kebudayaan nasional Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, merupakan kekayaan kita semua, " ujar Hesegem.

Pengembangan kesenian di Tanah Papua, menurut Hesegem, kini bertumbuh bagaikan jamur di musim hujan. Ada yang dikelola pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan kelompok-kelompok kesenian berupa sanggar seni.

"Ke depan pemerintah daerah akan memberikan dukungan yang serius, supaya seni di Papua berkembang dan dikenal secara meluas. Kita harus perkenalkan kepada dunia luar, sebab pada akhirnya seni budaya ikut membangun ekonomi Papua," ujarnya.

Ketua Penyelenggara Pesta Budaya Papua V, Dominggus Warme, mengatakan, penyelenggaraan pesta budaya merupakan upaya pembinaan, pengembangan serta pelestarian dan pemanfaatan seni tradisional masyarakat Papua.

"Dalam pesta budaya ini ditampilkan seni tradisional yang hidup di masyarakat pedesaan meliputi seni musik, seni tari, cerita rakyat, teater rakyat, dan seni rupa," katanya. [ROB/W-8]


Last modified: 18/8/06