SUARA PEMBARUAN DAILY

Pemerintah Kirim Nota Diplomatik ke PNG

[WUTUNG ] Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Port Moresby menyampaikan nota diplomatik berkaitan kepada Pemerintah Papua Nugini (PNG) berkaitan dengan kasus penembakan terhadap sejumlah nelayan asal Indonesia di perairan Muso, Selasa (8/8).

Penembakan yang dilakukan tentara PNG mengakibatkan tewasnya Mulyadi, dan dua lainnya menderita luka-luka. Hal itu disampaikan Konsulat Jenderal RI di Vanimo, Ignatius Kristanyo Hardodjo, kepada wartawan di Wutung, Perbatasan RI - PNG, Kamis (10/8) sore saat evakuasi jenazah Mulyadi.

Menurut Ignatius, nota diplomatik yang disampaikan Pemerintah Indonesia melalui Kedubes RI di Moresby adalah untuk meminta klarifikasi atas peristiwa penembakan itu.

Akibat penembakan itu, kata Ignatius, seorang nelayan tewas dan dua lainnya luka-luka, masing-masing Gopal dan Hamid yang terluka di Pahanya. Korban tewas maupun luka langsung dilarikan warga sekitar ke Rumah Sakit di Vanimo, PNG. sedangkan yang selamat langsung diamankan pihak keamanan PNG di Vanimo.

Menurut Konsul RI di Vanimo, Ignatius , sampai saat ini ketujuh korban selamat sedang ditahan di PNG. "Mereka baik-baik saja dan sedang diupayakan untuk dikembalikan ke Jayapura", ujarnya.

Secara Hukum

Sementara itu, keluarga korban tewas, Usdin Alipatung ketika menerima jenazah dari Pemerintah PNG melalui kepala Kepolisian Sandaun Province di Vanimo Richard Moluo, mengatakan pihaknya berharap agar kasus ini diselesaikan secara hukum. Untuk itu, ia meminta agar pemerintah dapat menyelesaikan secara baik.

Karena peristiwa ini terjadi di negara lain maka Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Daerah Provinsi Papua, Philips Marey, meminta kepada pihak keluarga untuk tetap bersabar dan percayakan kepada pemerintah untuk menyelesaikannya. Apalagi kasus ini menyangkut hubungan kedua negara.

"Kami berharap agar keluarga tetap kuat dan bersabar karena proses ini akan diselesaikan secara baik," tegas Marey. [ROB/GAB/W-8]


Last modified: 10/8/06