![Lennart Johansson (Presiden UEFA) [Foto: Istimewa]](8lennart.gif)
[TEL AVIV] Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) pada hari Senin (7/8), mengirimkan surat ke Asosiasi Sepakbola Israel (IFA) yang isinya sangat tegas, tidak akan pernah ada pertandingan sepakbola tingkat Eropa (internasional) di Israel, jika kondisi negeri itu masih berkecamuk dengan perang.
Untuk itu, klub-klub Israel, baik yang ebrsaing di kompetisi Liga Champions maupun Piala UEFA, harus bermain di luar negaranya. Keputusan UEFA itu belum ada batasnya. Artinya, masih menunggu keputusan dari UEFA selanjutnya.
"IFA dan sejumlah klub yang berpartisipasi di Liga Champions dan Piala UEFA, mempunyai kewajiban untuk memilih tempat netral sebagai alternatif pertandingan kandang yang mereka lakukan," demikian salah satu isi surat UEFA yang dikirim oleh Sekjen UEFA, Lars-Christer Olsson.
Dengan keputusan itu, klub wakil Israel yang tampil di Liga Champions, Maccabi Haifa, membutuhkan waktu secepatnya untuk mencari tempat netral untuk pertandingan kandang mereka di partai kedua babak penyisihan ketiga melawan "The Reds" Liverpool (Inggris), 22 Agustus mendatang.
Sementara pertandingan pertama mereka digelar di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (9/8). Pelatih Liverpool, Rafael Benitez menegaskan, kondisi di Israel membuat dia dan para pemainnya tidak mungkin bisa bertanding di Israel.

Steven Gerrard (tengah) dan rekan-rekannya saat memenangkan pertandingan melawan AC Milan pada final Liga Champions di Istanbul, Turki, dua tahun lalu. [Foto: Istimewa]

Selain Maccabi Haifa, klub Israel lainnya yang harus keluar dari kandangnya adalah Beitar Jerusalem. Beitar harus segera mencari tempat yang dijadikan partai kandangnya melawan Dinamo Bucharest (Rumania) dalam pertandingan kedua putaran kedua Piala UEFA, 24 Agustus mendatang.
Keputusan UEFA tersebut jelas melegakan kubu Liverpool. Dengan begitu, Liverpool tak harus menjalani pertandingan kedua babak penyisihan ketiga Liga Champions di Israel. Sebelumnya, kubu Liverpool sempat mengajukan protes untuk memindahkan lokasi pertandingan kedua, di mana mereka harus menjalani partai tandang ke Israel.
Harapan sang juara Liga Champions dua musim lalu itu akhinya dikabulkan UEFA. UEFA mengharuskan pihak Maccabi Haifa mencari venue lain yang tentunya berada di negara-negara anggota UEFA. Dan, pertandingan yang digelar tanggal 22 Agustus itu berpeluang besar digelar di Ukraina setelah presiden Dinamo Kiev mengizinkan stadionnya digunakan oleh kedua klub.
Pekan lalu UEFA telah melarang Hapoel Tel-Aviv yang menghadapi NK Domzale (Slovakia) tanggal 8 Agustus dan Yehuda Tel-Aviv yang menantang Lokomotiv Sofia (Bulgaria) tanggal 10 Agustus di Israel. Akhirnya, kedua pertandingan itu dipindahkan ke Belanda dan Slovakia.
Asosiasi sepakbola Israel sebenarnya sempat bersikeras ingin menggelar partai kandang tetap di Isreal. Namun demikian, permohonan banding mereka ke pengadilan banding olahraga ditolak. [AP/Yahoo.com/F-4]