SUARA PEMBARUAN DAILY

Tsunami Tidak Pengaruhi Arus Kunjungan Turis ke Bali

[DENPASAR] Peristiwa tsunami di Pangandaran, Jawa Barat, tidak mempengaruhi arus kunjungan turis mancanegara ke Bali. Namun, informasi soal Bali dijadikan pusat latihan penanggulangan tsunami yang dijadwalkan dilakukan secara besar-besaran di daerah ini membuat citra Bali di luar negeri kurang baik.

"Berdasarkan data, sampai akhir Juli terjadi peningkatan arus kunjungan turis mancanegara ke Bali. Kalau Juni dan Mei angka arus kunjungan turis mancanegara ke daerah ini rata-rata 3.000 orang, bulan Juli mencapai 4.025 orang atau meningkat 1.000 orang," ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Bali, Gde Nurjaya kepada Pembaruan, di Denpasar, Senin (7/8).

Dikatakan, meningkatnya arus kunjungan turis ke Bali karena pada bulan-bulan ini merupakan musim liburan di luar negeri sehingga mereka ada yang memilih Bali sebagai daerah kunjungan. Selain itu pascabom Bali, pariwisata Bali mulai bangkit setelah dilakukan pembenahan termasuk dalam penataan kawasan atau objek wisata berikut dengan pengamanannya.

"Pemasangan alat CCTV di kawasan wisata Sanur layak dijadikan salah satu produk yang dijual di luar negeri. Artinya, pemerintah bersama masyarakat di daerah ini sangat concern untuk melakukan pembenahan dalam keamanan," tegasnya.

Suatu hal yang justru mengkhawatirkan sekarang, lanjutnya, ada informasi yang berkembang di luar negeri bahwa Bali dijadikan tempat latihan besar-besaran untuk penanggulangan tsunami.

"Informasi ini justru diplesetkan dengan menginformasikan kalau di Bali akan ada tsunami. Kalau ini terus berkembang, kita khawatir akan mempengaruhi arus kunjungan turis ke Bali," ujarnya.

Pendapat senada juga disampaikan anggota Komisi A DPRD Pemprov Bali, Tjok Gde Budi Suryawan. DPRD banyak mendapat masukan dan informasi dari luar negeri terkait rencana simulasi penanggulangan tsunami di Bali. Informasi ini jadi berkembang negatif yang seolah-olah sudah ada informasi kalau di Bali akan terjadi bencana tsunami.

"Kami dari DPRD Bali tengah melakukan rapat koordinasi terkait masalah ini. Kalau bisa simulasi terkait dengan tsunami tidak usah terlalu didramatisir. Bahwa kita perlu latihan, saya kira memang penting, tetapi cukup sekali saja karena bisa membuat citra pariwisata Bali terpuruk," ujarnya.

Pendapat yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Bali IB Suryatmadja. Gubernur Bali perlu mempertimbangkan lebih matang mengenai rencana simulasi penanggulangan tsunami di Bali. "Saya bukannya tidak setuju ada simulasi. Jangan sampai simulasi yang dilakukan berdampak kurang baik terhadap pariwisata Bali yang tengah bangkit pascabom Bali I dan II," ujarnya. [137]


Last modified: 8/8/06