SUARA PEMBARUAN DAILY

Muhammadiyah Minta RI Intensif Selesaikan Konflik Timteng

[JAKARTA]Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamadiyah, Din Syamsuddin, meminta pemerintah Indonesia untuk semakin intensif membangun lobi ke negara-negara yang cinta damai guna menekan Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB ) supaya segera menyelesaikan konflik di Timur Tengah antara Israel dengan Lebanon dan Palestina serta meminta lembaga itu tidak berpihak kepada kekuasaan tertentu. Karena selama ini PBB terkesan sebagai lembaga perpanjangan tangan dari negara-negara maju khususnya Amerika Serikat.

Din menegaskan kembali hal itu kepada wartawan di usai bertemu Wakil Presiden, Jusuf Kalla di kediaman Wapres, di Jakarta, Selasa (8/8) pagi . Pertemuan Din-Kalla bertujuan mengundang wapres untuk berbicara pada forum "World Peace Forum" yang akan menyelenggarakan seminar internasional, 14-16 Agustus 2006 mendatang di Jakarta dan akan dihadiri oleh para tokoh-tokoh agama se dunia.

Lebih lanjut, Din Syamsuddin menekankan perlunya dilakukan tekanan politik secara terus menerus kepada PBB untuk menghentikan agresi Israel atas Lebanon. Unjuk rasa atau aksi sejuta umat pada Minggu (6/8) merupakan bagian dari tekanan politik terhadap PBB dan Israel.

Ketika ditanya soal keinginan sejumlah orang Indonesia untuk berjihad di Lebanon, Din menilai keinginan itu adalah bagian dari hak asasi setiap orang apalagi atas dasar keagamaan. "Tetapi saya ingin mengingatkan bahwa medan yang di Lebanon dan Palestina adalah medan perang yang menggunakan persenjataan modern, jet-jet tempur yang canggih, tank-tank modern dan itu memerlukan ketrampilan berperang," kata Din.

Menurutnya, masih banyak bentuk jihad lain yang dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam membantu rakyat Palestina dan Lebanon, seperti jihad politik. "Kita terus menerus melakukan tekanan politik kepada PBB untuk menghentikan agresi Israel. Selain itu kita juga bisa berjihad secara materi, ekonomi termasuk jihad spiritual dengan berdoa bagi masyarakat Lebanon dan Palestina," kata Din. [A-21]


Last modified: 7/8/06