SUARA PEMBARUAN DAILY

Geng Kriminal Kembali Serang Sao Paulo

Dua mobil operasional polisi terbakar di depan pos polisi di Sao Paulo, Brasil, Senin (7/8). Sebuah serangan baru dari gang perdagangan obat terlarang yang dikenal First Capital Command (PCC) terjadi lagi Selasa (8/8) pagi, mengakibatkan 25 bus, dua gedung pemerintah, dua bank dan satu SPBU, terbakar. [AFP/Ernesto Rodrigues]

[SAO PAULO] Polisi di Sao Paulo, Brasil, mengumumkan tingkat kewaspasdaan yang tinggi setelah anggota geng kriminal diduga kuat sebagai pelaku aksi kekerasan di kota itu.

Polisi mensinyalir, sasaran serangan terbaru para anggota geng itu adalah polisi dan warga sipil.

Aksi kekerasan di Kota Sao Paulo itu merupakan aksi ketiga dalam empat bulan terakhir. Aksi itu diyakini dilakukan oleh anggota kelompok First Capital Command (PCC).

Dalam aksi yang dilakukan pada Senin (7/8), mereka menghancurkan bus, kantor bank, dan membakar kantor polisi. PCC merupakan kelompok geng yang terkenal di Brasil.

Sebanyak 78 simbol pemerintahan dan bisnis di Sao Paulo serta pusat keramaian telah diserang oleh kelompok itu. Menurut seorang pejabat polisi, Kolonel Elizeu Eclair Teixeira Borges, kelompok itu menggunakan senjata mesin, senapan, bom molotov, dan bom rakitan. Mereka melakukan penyerangan lalu melarikan diri untuk menghindari konflik langsung dengan para polisi.

Polisi menembak dua orang setelah dituduh melakukan penembakan di sebuah stasiun pengisian bahan bakar. Dua orang itu juga dituding menghancurkan bis dan mencoba melarikan diri dengan sebuah mobil petugas. Sebanyak 12 tersangka lain juga telah ditahan. Seorang petugas menderita luka-luka dalam sebuah serangan.

Ledakan besar juga terjadi di pintu utama gedung kementerian keadilan yang terletak di tengah kota. Hal itu menyebabkan komputer dan jendela gedung tersebut terlempar hingga ke lantai enam gedung yang ada di sebelahnya. Polisi juga menduga para anggota PCC berniat untuk menyerang 32 kantor cabang bank dan stasiun ATM (automatic teller machines).

Kekerasan yang terjadi kemarin menyebabkan pihak kepolisian menetapkan situasi "negara dalam kewaspadaan tinggi". Patroli diaktifkan hingga tiga kali di seluruh kota dan jumlah personel polisi ditingkatkan dua kali dari jumlah yang ada. [AP/H-12]


Last modified: 7/8/06