[KOLOMBO] Lembaga Action Against Hunger (ACT) yang bermarkas di Paris, Prancis, kembali menemukan dua pekerja kemanusiaan yang tewas di Sri Lanka. Dengan demikian, jumlah pekerja kemanusiaan yang tewas menjadi 17 orang.
Kepastian tentang dua pekerja kemanusiaan yang kembali ditemukan tewas itu disampaikan aktivis ACT di Sri Lanka, Eric Fort, Selasa (8/8).
Dua mayat pekerja kemanusiaan itu ditemukan pada Senin (7/8). Mayat-mayat itu ditemukan di dalam sebuah mobil. Menurut sejumlah saksi mata, kedua pekerja itu berusaha melarikan diri dari aksi kekerasan yang tengah terjadi di dekat Kota Muttur tempat mereka bekerja.
"Kami tengah berupaya mengevakuasi kedua korban keluar dari Kota Muttur. Dengan penemuan dua mayat itu, jumlah pekerja kemanusiaan yang tewas mencapai 17 orang," kata Fort.
Sementara itu, ACT memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan mereka di Sri Lanka. Langkah itu diambil setelah 17 pekerja sosial yang bekerja untuk lembaga itu tewas.
Staf lokal yang terdiri dari 11 laki-laki dan empat wanita, ditambah dua korban terakhir, itu bekerja dalam program kemanusiaan setelah terjadi bencana tsunami di Sri Lanka. Mereka bekerja untuk lembaga ACT di dekat Kota Muttur. [AP/H-12/O-1]