Sebanyak 205.585 keluarga di Provinsi Jambi saat ini hidup dalam kemiskinan. Jumlah keluarga miskin tersebut mencapai 29,37 persen dari sekitar 700.000 jiwa, penduduk daerah itu. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Jambi Drs Antony Zeidra Abidin kepada wartawan di Jambi Rabu (28/6).
Menurut Antony, meningkatnya jumlah keluarga miskin di Jambi tidak terlepas dari menurunnya penghasilan keluarga sebagai dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan tingginya jumlah korban pemutusan hubungan kerja (PHK) perusahaan kayu.
Dikatakan, guna menekan angka kemiskinan tersebut, Pemprov Jambi terus meningkatkan kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mengintensifkan program penanggulangan fakir miskin.
Sejak tahun 2005 hingga tahun 2006 ini, pemerintah setempat telah melakukan pemberdayaan ekonomi untuk sekitar 5.000 keluarga fakir-miskin. Pemberdayaan ekonomi itu dilakukan melalui pemberian kredit usaha pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pemberian pelayanan kesejahteraan sosial juga diberikan kepada 3.420 anak terlantar. Dengan demikian, jumlah anak terlantar saat ini di daerah itu menurun menjadi 2.174 orang atau mencapai 36,40 persen. Sedangkan penyandang cacat yang mendapatkan pelayanan sosial tahun 2005 mencapai 1.030 orang. [141]