SUARA PEMBARUAN DAILY

Presiden Jangan Ragu Lakukan "Reshuffle"

[JAKARTA] Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) H Irmadi Lubis meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak ragu melakukan reshuffle kabinetnya. Kenyataannya, selama dua tahun terakhir ini, indikator perekonomian tidak menunjukan perbaikan, sebaliknya sangat jelas menunjukkan penurunan sebagai bukti ketidakberdayaan para pembantu presiden.

"Demi untuk kebaikan bangsa dan negara, Presiden tak perlu ragu melakukan reshuffle. Bila perlu perombakan total dan jangan terlambat lagi," kata Irmadi Lubis di Jakarta, Rabu (28/6).

Dikatakan, terlepas dari adanya kepentingan partai politik tertentu, reshuffle sudah harus dilakukan mengingat sebagian besar menteri dalam kabinet sekarang hanya menjadi beban bagi Presiden Yudhoyono. Jika Presiden berani me-reshuffle kabinet, yang dipilih haruslah putra putri terbaik bangsa dan jangan lagi menempatkan orang di kabinet hanya, karena kompromi politik.

Kegagalan memperbaiki kehidupan rakyat untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana yang diamanatkan UUD 1945 harus menjadi motivasi untuk menempatkan orang-orang yang betul-betul profesional tanpa dilandasi kepentingan pribadi, kelompok atau partai politik. "Jangan mengedepankan kepentingan pribadi, kelompok, dan partai politik sehingga mengorbankan kepentingan nasional," katanya.

Ketika ditanya kegigihan Partai Golkar menyuarakan perombakan yang kemungkinan didasari untuk menempatkan orang-orang Golkar di kabinet, Irmadi menyatakan, kalau Golkar punya agenda, sah-sah saja.

Sebelum dipilih, para menteri yang akan diposisikan di kabinet harus menyampaikan visi dan misinya dan harus ada target yang dicapai. Salah satu hal yang menonjol terlihat di kabinet sekarang adalah tidak adanya target yang dicapai. [M-15]


Last modified: 29/6/06