Persatuan Kungfu Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PKLBSI) bekerja sama dengan pusat perbelanjaan WTC Mangga Dua menggelar Kejuaraan Nasional Piala Presiden Barongsai, Sabtu-Minggu (1-2/6). Kejurnas yang menurut rencana akan dibuka Mennegpora Adyaksa Dault, akan diikuti 40 tim yang berasal dari 24 kota/daerah di wilayah Indonesia.
Menurut Ketua Umum PKLBSI, Nurdin Purnomo di Jakarta, Rabu (28/6), Kejurnas ini diharapkan dapat mempersatukan pemerhati dan komunitas Liong dan Barongsai Indonesia. "Serta menjadi wadah untuk melestarikan budaya bangsa, sebagai ajang kreativitas, integraqsi serta apresiasi seni dan budaya terhadap Liong dan Barongsai itu sendiri," ujar Nurdin.
Dia menambahkan, dalam kejurnas kali ini, akan dipertandingkan kela Barongsai Tradisional (lantai), Barongsai Internasional (tonggak), dan akan dimeriahkan dengan atraksi pementasan spektakuler Liong Ultra Violet yang baru pertama kali dipertunjukkan untuk khalayak ramai terutama di pusat perbelanjaan. "Kami harap kejuaraan ini bisa menjadi batu loncatan untuk menggelar World Dragon dan Lion Dance Championship yang bertaraf internasional," tambah Nurdin. [M-16]
Sutina (30), pengusaha sepatu tewas mengenaskan dalam keadaan setengah telanjang dan leher nyaris putus di rumahnya, di Desa Sukamuliya, RT 04/02, Kampung Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (27/6) malam. Diduga, wanita yang juga istri muda Sahlan itu, korban pembunuhan karena tubuhnya penuh luka, setelah itu pelaku berusaha membakar rumah Sutina, untuk menghilangkan jejak pembunuhan itu. Peristiwa itu tidak diketahui warga yang tengah asyik nonton pertandingan bola Piala Dunia.
Pada awalnya, Toha dan Edi, dua pemuda warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari rumah korban yang merangkap sebagai home industry sepatu, Selasa malam sekitar pukul 22.30 WIB. Keduanya berteriak kebakaran sehingga warga langsung berdatangan.
Karena pintu rumah Sutina terkunci rapat, warga mendobrak. Setelah api berhasil dipadamkan, warga terkejut menemukan tubuh Sutina yang mulai terbakar, ternyata penuh dengan luka bacokan senjata tajam, bahkan lehernya nyaris putus. Petugas Polsek Cikupa membawa jasad korban ke RSUD Tangerang guna divisum.
Saat kejadian, Sahlan (40) suami Sutina, tengah berada di rumah istri tuanya di wilayah Cibadak, Banten. Kapolsek Cikupa AKP R Sulistiono, menduga Sutina korban pembunuhan. "Motif pembunuhan masih diselidiki. Untuk itu polisi sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk suaminya, Sahlan," ujar Kapolsek. [132]
Permohon perizinan untuk jasa industri pariwisata sering membingungkan para pengusaha karena ada dua instansi yang menegeluarkan perizinan tersebut. "Ada dualisme perizinan, instansi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Dinas Pariwisata, sehingga membingungkan pelaku bisnis. Padahal semua jenis usaha pariwisata harus ada izin dari Dinas Periwisata," kata Arie Budiman, dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta, pada pembukaan kegiatan Pengembangan Manajemen Kepariwisataan yang diikuti 150 peserta, Rabu (28/6).
Menurut dia, bahkan ada pengusaha restoran dari luar negeri merasa tidak perlu meminta izin dari Dinas Pariwisata karena merasa telah mendapat izin tetap dari BKPM. "Seharusnya, investor tersebut dijelaskan agar memproses juga ke Dinas Pariwisata DKI," ujar dia.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar pelaku usaha tidak membangun tempat industri pariwisata pada lokasi yang bukan peruntukannya. Seperti kasus yang terjadi di Jakpus, Jaksel, dan Jakbar mendirikan hotel berbintang di lokasi permukiman. [M-16]