
Tentara Israel mengitari sebuah gedung milik warga Palestina dalam sebuah operasi di Kota Ramallah, Tepi Barat, Rabu (28/6). Diduga, operasi itu dilakukan untuk mencari seorang warga yang hilang. Kelompok Hamas mengklaim telah menculik warga itu. [AP/Muhammed Muheisen]
[KOTA GAZA] Belasan anggota parlemen dan menteri kabinet Palestina dari faksi Hamas, Rabu (28/6), ditangkap pasukan Israel, sebagai upaya menekan kelompok militan itu agar membebaskan tentara Israel yang disandera.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan, tank-tank Israel juga bergerak ke wilayah utara Gaza. Ketegangan di Gaza semakin memuncak, ketika sebuah kelompok gerilyawan Palestina mengatakan, seorang warga Yahudi berusia 18 tahun yang disandera di Tepi Barat telah dieksekusi. Sejumlah pejabat keamanan Palestina mengatakan, mereka yakin bahwa mayat yang ditemukan di Ramallah, Tepi Barat, adalah Eliahu Asheri, keturunan Australia.
Pejabat Hamas juga mengatakan, lebih dari 30 anggota Parlemen Hamas ditangkap dan ditahan di Tepi Barat, termasuk Wakil PM Palestina, Nasser Shaer, dan tiga menteri anggota kabinet lainnya, serta empat anggota parlemen di Ramallah. Sejumlah pejabat Hamas di Jenin, Walikota Qalqiliya dan wakilnya di Tepi Barat dan anggota parlemen di Yerusalem juga ikut ditahan.
Tekan Hamas
Penyanderaan menteri dan anggota Parlemen Hamas dilakukan Israel untuk menekan Hamas agar segera membebaskan serdadu Israel yang masih disandera.
Israel menuding serangan gerilyawan Palestina dilakukan atas restu Khaled Mashaal, pemimpin Hamas yang berada di pengasingannya di Suriah. Mashaal kini juga disebutkan tengah menjadi target pembunuhan Israel.
Dari Suriah dilaporkan, pesawat-pesawat tempur Israel beberapa kali terbang di atas kediaman Presiden Suriah, Bashar Assad di Pelabuhan Latakia. Suriah membenarkan adanya kehadiran pesawat tempur Israel ke wilayah mereka. Tetapi, Angkatan Udara Suriah berhasil memaksa pesawat-pesawat Israel itu pergi.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam serangan Israel ke Gaza. Menurutnya, serangan itu adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Abbas serta pejabat-pejabat dari Mesir kini terus berupaya membujuk Assad untuk menggunakan pengaruhnya terhadap Mashaal agar mau membebaskan Kopral Gilad Shalit.
Assad dikabarkan bersedia memenuhi permintaan Abbas, tetapi belum ada tindak lanjut yang dilakukan. Israel sendiri tetap bersikeras menolak bernegosiasi dengan para gerilyawan Palestina yang meminta agar wanita dan anak-anak Palestina yang masih mendekam di penjara Israel agar dibebaskan. Saat ini ada sekitar 8.000 warga Palestina yang dipenjarakan di Israel.
UE ikut mendesak agar baik Israel maupun Palestina memakai jalur diplomasi guna meredakan krisis di kawasan tersebut. Sekjen PBB Kofi Annan dan Condoleezza Rice juga telah menyampaikan himbauan serupa.
Dalam percakapan per telepon, Annan meminta PM Ehud Olmert agar Israel dapat menahan diri. Ia mengatakan telah berbicara dengan Assad dan Abbas untuk terus mengupayakan dibebaskannya Shalit.
Sekjen Liga Arab Amr Moussa juga mendesak AS agar meningkatkan perannya sebagai "juru runding yang jujur" serta menjadikan konflik Israel-Palestina sebagai prioritas utama masalah di Timur Tengah yang harus segera diselesaikan. [AP/E-9]