SUARA PEMBARUAN DAILY

Feri Tenggelam di Sibolga

94 Penumpang Selamat, 39 Hilang

Seorang penumpang wanita yang selamat dari musibah tenggelamnya kapal motor penumpang Surya Makmur Indah, disambut kerabatnya setibanya di Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara, Kamis (22/6). Kapal Surya Makmur Indah dari Pelabuhan Sibolga menuju Pelabuhan Gunung Sitoli, Pulau Nias, yang mengangkut 150 penumpang, tenggelam sekitar 35 mil lepas pantai Sibolga, Kamis dini hari. [AP Photo/Abdi]

[SIBOLGA] Tiga puluh sembilan penumpang Kapal Motor Surya Makmur Indah masih dicari hingga Jumat (23/6). Sebanyak 94 penumpang lainnya berhasil diselamatkan secara bertahap beberapa saat setelah kapal itu, yang biasa disebut feri, tenggelam di Perairan Sibolga, Sumatera Utara, Kamis (22/6) dini hari.

Pencarian para korban terus dilakukan. Sedikitnya lima kapal dikerahkan untuk menolong para korban. Kapal penumpang itu tenggelam dalam pelayaran dari Pelabuhan Sibolga menuju Pelabuhan Gunung Sitoli Nias, antara Pulau Mursala dan Bintana.

Sebanyak 94 penumpang sudah dievakuasi dari lokasi kejadian. Tujuh di antaranya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sibolga untuk menjalani perawatan.

Mereka harus dirawat karena kondisi tubuhnya lemah akibat terlalu banyak meminum air saat berusaha menyelamatkan diri di tengah laut.

Nakhoda KM Surya Makmur Indah, Yuspin Naibaho (40), menyebutkan, kecelakaan itu terjadi akibat cuaca buruk satu jam setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Sibolga.

"Kapal kami dihantam ombak besar yang disusul angin kencang, yang mengakibatkan mesin mati. Hantaman ombak membuat kamar mesin kapal bocor, sementara mesin pengisap air tidak berfungsi lagi. Komunikasi pun sulit," katanya.

Menurut Naibaho, saat itu dia mengimbau penumpang agar tidak panik. Dia juga berusaha memutar haluan kapal, untuk kembali lagi ke Pelabuhan Sibolga. Namun, penumpang semakin panik dan berlarian, sehingga kapal lebih cepat tenggelam.

"Sebelum tenggelam seluruh anak buah kapal membagikan pelampung kepada para penumpang baru melompat dari kapal. Tapi, tidak seluruhnya kebagian karena ada penumpang yang langsung menyelamatkan diri dengan cara melompat ke tengah laut," ucapnya.

133 Penumpang

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Sibolga, Letnan Kolonel Jaka Santosa mengatakan, KM Surya Makmur Indah mengangkut 120 penumpang dan 13 anak buah kapal. Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Sibolga Rabu (21/6) malam.

"Sekitar pukul 06.00 WIB, Jumat, petugas berhasil mengevakuasi seorang penumpang dalam keadaan selamat," kata Jaka Santosa saat dihubungi Pembaruan dari Medan, Jumat pagi.

Dikemukakan, lima kapal masih mencari dan mengevakuasi korban ke- celakaan. Sejumlah nela- yan turut membantu mencari dan mengevakuasi korban.

Guna mencari para korban yang hilang, pada Kamis (22/6) malam, Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Sibolga juga mengerahkan kapal tanker milik Perta- mina.

"Kalau menggunakan kapal biasa dikhawatirkan tidak maksimal bahkan bisa menimbulkan bahaya, karena cuaca pada malam ini (Kamis malam) kurang bagus," kata Jaka Santosa.

Ia menjelaskan, pencarian terus dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ditambahkan, korban selamat kapal tenggelam yang sudah dievakuasi pada Kamis malam sudah kembali ke rumah masing- masing. Umumnya, mereka adalah warga Sibolga dan sekitarnya.

"Korban yang sudah dievakuasi tidak ada yang diinapkan di rumah sakit, karena semuanya dalam kondisi baik," katanya.

Administratur Pelabuhan Sibolga Frit Agamsyah mengatakan, pihaknya menyiapkan enam unit ambulans untuk mengangkut korban ke rumah sakit.

"Segala sesuatu yang diperlukan sudah kita per- siapkan untuk membawa korban yang selamat ke rumah sakit. Masalah ini sudah kita koordinasikan dengan pihak yang berkompeten, termasuk rumah sa-kit agar segera menangani para korban," ujarnya.

Agamsyah mengatakan, serangan gelombang besar dan angin kencang me- nyebabkan sumbu kemudi kapal patah dan kemudian air masuk ke kapal.

Dikemukakan, semula ada laporan yang menyebutkan dua warga Amerika Serikat dan satu Australia berada di kapal itu. Tapi, kemudian dilaporkan lagi bah- wa ketiganya menumpang kapal lain. [AHS/T-4/SMH/E-4/Ant]


Last modified: 23/6/06