Aroma Suap Gedung Baru
Selasa, 21 September 2010 | 14:48
Sikap ngotot Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR untuk terus mendorong
pembangunan gedung baru DPR yang bernilai Rp 1,6 triliun,
banyak mengundang tanda tanya, tidak saja dari kalangan luar tapi juga
di internal DPR. Tidak sedikit yang memastikan bahwa “ada udang”
di balik sikap tersebut.
Informasi yang diperoleh SP menyebutkan, sejumlah oknum di
Setjen diduga telah menerima dana yang totalnya mencapai sekitar
Rp 100 miliar terkait proyek pembangunan gedung baru tersebut. Dana itu
disetor oleh para kontraktor yang dijanjikan bakal mendapat jatah kue
proyek pembangunan gedung. Dana itu semacam uang muka dari para
kontraktor kepada oknum-oknum yang terlibat dalam pengambilan
keputusan di Setjen DPR.
“Dugaan penerimaan dana itu memang sulit dilacak, tetapi ada aliran dana
kepada para pejabat tersebut. Kalau KPK berani coba saja lacak,
pasti akan ketahuan siapa yang menerima,” ungkap sebuah sumber di
Jakarta, Jumat (17/9).
Ia mengemukakan, ada banyak kontraktor yang bermain dalam pembangunan
gedung tersebut. Tiap kontraktor berusaha untuk meloloskan usulannya.
Supaya lolos, maka mau tidak mau mereka harus memberi jatah kepada para
oknum pejabat di Setjen. “Ada lebih dari 10 orang yang menerima uang
haram tersebut. Tiap orang mendapat jatah antara Rp 500 juta hingga Rp 1
miliar,” tandasnya. [R-14/J11]
Kirim Komentar Anda
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



