SUARA PEMBARUAN DAILY

BLI Buka Rekening

Beberapa Pemain Persiku Jadi Korban Gempa Yogyakarta

[JAKARTA] Menyikapi bencana gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan beberapa daerah disekitarnya, yang merusakkan sejumlah infrastruktur sepakbola dan mencederai sejumlah pemain peserta kompetisi Liga Indonesia 2006, Badan Liga Indonesia (BLI) mengimbau klub-klub untuk berpartisipasi memberikan sumbangan. Untuk itu, BLI akan membuka rekening guna menampung sumbangan-sumbangan tersebut.

Direktur BLI, Andi Darussalam Tabusala mengemukakan hal itu kepada wartawan merujuk hasil rapat internal BLI yang dipimpin Ketua Badan Liga dan Tim Nasional Indonesia (BLTNI) Nirwan Dermawan Bakrie, Senin (29/5), di Sekretariat BLTNI kawasan Taman Rasuna, Kuningan. "Rekening itu akan kita buka sesegera mungkin," jelas Salam, sapaan akrab Direktur BLI yang juga manajer timnas senior yang dipersiapkan ke Piala Asia 2007 itu.

Dari bencana nasional yang mengakibatkan jatuhnya korban tewas lebih dari 4000 orang itu, BLI setidaknya sudah memperoleh laporan mengenai adanya beberapa pemain kesebelasan Persiku Kudus yang mengalami cedera karena tertimpa atap bangunan yang mereka tempati, pada Sabtu (27/5) . Saat itu tim Persiku Kudus siap dijamu oleh tim tuan rumah Persiba Bantul, daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Richter itu.

Menurut Salam, BLI sudah meminta Ketua Bidang Pembinaan PSSI, Subardi untuk mendata secara lengkap mengenai kemungkinan adanya korban dari kalangan pemain sepakbola dari daerah-daerah yang dilanda gempa tersebut. Subardi termasuk salah seorang anggota dewan pengurus (board of members) BLI.

Disinggung tentang kemungkinan adanya bantuan dana dari BLI untuk infrastruktur yang mengalami kerusakan di sejumlah daerah, termasuk Stadion Mandala Krida di Yogyakarta, Salam menyebutkan bahwa hal itu belum secara rinci dibicarakan. Namun, dia mengingatkan bahwa infrastruktur olahraga adalah milik Pemda.

"BLI tentunya juga akan menyisihkan dana sebagai ungkapan keprihatinan kita, namun jumlahnya belum bisa kita tentukan," ujar Salam. [F-4]


Last modified: 29/5/06