![[Foto: AFP]](30raymon.gif)
Bagi seorang pelatih sepakbola, menukangi tim nasional negaranya di Piala Dunia adalah suatu kehormatan yang tidak terkira. Demikian pula yang dirasakan pelatih tim nasional Prancis, Raymond Domenech.
Nama Raymond Domenech memang tidak asing di telinga sepakbola Prancis. Demonenech pernah meraih Piala Winner bersama klub Olympique Lyon tahun 1973 serta bersama Strasbourg 1979 dan Bordeaux (1984) memenangkan gelar juara liga.
Pria kelahiran Prancis tanggal 24 Januari 1952 itu menjadi langganan pemain tim nasional Prancis sejak tahun 1976 sampai 1978.
Domenech memutuskan gantung sepatu dari hingar bingar sepakbola nasional dan dunia tahun 1985 dan lebih memilih menjadi pelatih tim divisi dua Prancis, Mulhouse dan kemudian tim lamanya, Olympique Lyon.
Selain memberikan kemenangan kepada Prancis khususnya tim junior di beberapa turnamen, ia juga dinilai berhasil membawa tim U-21 Prancis masuk final Piala Eropa tahun 2002.
Atas dasar itulah, Domenech dipilih untuk menukangi Prancis di Piala Dunia nanti. Tugasnya tentu saja tidak ringan. Ia dituntut mampu meramu kemampuan semua pemain-pemain Prancis yang tentu saja memiliki reputasi dunia seperti Zinedine Zidane, William Gallas, Patrick Vieira, Thierry Henry, David Trezeguet, dan Djibril Cisse, untuk menjadi kekuatan tim yang utuh dan mumpuni.
Taktik dan strateginya dalam meramu pemain sangat dinanti masyarakat Prancis untuk mewujudkan ambisi negara tersebut merebut Piala Dunia untuk kedua kalinya. Prancis ingin membuktikan bahwa mereka bukanlah jago kandang mengingat gelar juara Piala Dunia 1998 dilaksanakan di Prancis, tetapi salah satu tim sepakbola terbaik di dunia. [E-7]