ejak meraih gelar juara Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak satu tim pun berani memandang remeh Prancis di Piala Dunia 2006 di Jerman. Pasalnya, tim nasional mereka diperkuat pemain-pemain bintang yang rata-rata adalah tulang punggung di klubnya masing-masing. Sebut saja, Zinedine Zidane di Real Madrid, Claude Makalele (Chelsea), Patrick Viera dan Lilian Thuram (Juventus), Thierry Henry (Arsenal), Sylvain Wiltord (Lyon), dan Djibril Cisse (Liverpool), mampu memberi aroma mengerikan bagi tim-tim calon lawan mereka.
Namun, bukan berarti Prancis tidak punya persoalan. Permasalahan terbesar dari tim Prancis saat ini adalah para pemain andal mereka tersebut sudah melewati usia emas atau golden age. Sehingga kekhawatiran berkaitan dengan stamina para pemain Prancis di Piala Dunia nanti akan sangat besar pengaruhnya.
Tim berjuluk "Ayam Jantan" ini sudah berpartisipasi sebanyak 11 kali sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia yakni tahun 1930, 1934, 1938, 1954, 1958, 1966, 1978, 1982, 1986, 1998, dan 2002.
Pada 1958 dan 1986 mereka merebut tempat ketiga. Pada 1958, di Swedia, mereka mengalahkan Jerman Barat 6-3. Sedangkan di Meksiko, 1986, mereka menundukkan Belgia 4-2.Tahun 1982, di Spanyol, Prancis masuk babak semifinal, tapi terjungkal di tangan Jerman lewat adu penalti yang berakhir dengan skor 4-5. Di perebutan tempat ketiga, Prancis dikalahkan lagi oleh Polandia 2-3.
Di tahun 1938, di Prancis, Tim "Ayam Jantan" ini hanya sampai babak perempat final meski turnamen diadakan di kandangnya sendiri. Selebihnya, pada Piala Dunia 1930, 1934, 1954, 1966, dan 1978, Prancis tidak mampu lolos dari grup di babak penyisihan. Puncak kecemerlangan Prancis terjadi di tahun 1998, yang kebetulan diselenggarakan di kandang sendiri. Kala itu, Prancis yang diperkuat antara lain penjaga gawang Fabien Barthez dan penyerang Youri Djorkaeff menunjukkan keperkasaan mereka dengan menghempaskan tim kuat Brasil 3-0 di babak final. Zinedine Zidane, playmaker Prancis tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua dari tiga gol dalam final tersebut.
Dua tahun kemudian ketangguhan Prancis masih terlihat dengan menjadi juara Eropa setelah memukul Italia 2-1 di babak final. Waktu itu, giliran penyerang Prancis, David Trezeguet, yang menenggelamkan Italia lewat golden goal-nya di perpanjangan waktu.
Pada era tahun 1980-an, Prancis sempat dikagumi dunia dengan permainan cantiknya yang ditulangpunggungi para pemain berbakat seperti Michel Platini, Alain Giresse, dan Jean Tigana. Kendati demikian, Prancis dua kali berturut-turut dihadang Jerman dalam babak semifinal Piala Dunia, yaitu pada Piala Dunia 1986 di Meksiko dan Piala Dunia 1982 di Spanyol. Pada Piala Dunia 1982 malah Prancis sempat unggul 1-3 dalam pertandingan semifinal melawan Jerman yang berlangsung di Sevilla, sebelum akhirnya terkejar dan secara tragis kalah dalam adu penalti.
Namun di Piala Dunia 2002, prestasi Prancis benar-benar hancur. Pada pertandingan pembukaan, mereka dipermalukan Senegal 0-1. Pada pertandingan kedua, tim "Les Bleus" juga hanya bermain imbang 0-0 melawan Uruguay. Puncaknya, mereka dihantam Denmark 0-2 dan harus pulang kandang lebih awal tanpa mampu mencetak satu gol pun. [Pembaruan/Erwin Lobo]
Data Prancis
Federasi: Federation Francaise de Fototball (FFF)
Berdiri: 1919
Anggota FIFA: 1904
Ikut Piala Dunia: 11 Kali (1930, 1934, 1938, 1954, 1958, 1966, 1978, 1982, 1986, 1998, dan 2002)
Prestasi Piala Dunia: 1 Kali Juara (1998)
Pelatih: Raymond Domenech
Strategi: 4-4-2
Seragam: Kaus: Biru, Celana: Putih
Fakta-fakta:
- Tim berjuluk "Ayam Jantan" ini sudah berpartisipasi sebanyak 11 kali sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia yakni tahun 1930, 1934, 1938, 1954, 1958, 1966, 1978, 1982, 1986, 1998, dan 2002.
- Pada 1958 dan 1986 mereka merebut tempat ketiga. Pada 1958, di Swedia, mereka mengalahkan Jerman Barat 6-3. Sedangkan di Meksiko, 1986, mereka menundukkan Belgia 4-2.Tahun 1982, di Spanyol, Prancis masuk babak semifinal, tapi terjungkal di tangan Jerman lewat adu penalti yang berakhir dengan skor 4-5. Di perebutan tempat ketiga, Prancis dikalahkan lagi oleh Polandia 2-3.
- Di tahun 1938, di Prancis, Tim "Ayam Jantan" ini hanya sampai babak seperempat final meski turnamen diadakan di kandangnya sendiri. Selebihnya, pada Piala Dunia 1930, 1934, 1954, 1966, dan 1978, Prancis tidak mampu lolos dari grup di babak penyisihan. Puncak kecemerlangan Prancis terjadi di tahun 1998, yang kebetulan diselenggarakan di kandang sendiri.