
Sejumlah anggota TNI mengangkut bantuan obat-obatan dari Singapura di Lanud Adi Sucipto, DIY, Senin (29/5). Bantuan asing negara-negara sahabat saat ini mulai berdatangan untuk membantu para korban gempa Yogyakarta dan sekitarnya. (Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno).
[BANDUNG] Aksi peduli dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk dari jajaran pemerintah daerah di sejumlah wilayah terus dilakukan.
Bantuan konkret yang dikumpulkan dari warga di Tanah Air yang simpati dan ikut prihatin atas bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah terus mengalir.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar), misalnya, membangun posko penanggulangan pascagempa di Yogyakarta. Posko ini akan digunakan untuk mengkoordinasikan berbagai bantuan baik berupa materi, obat-obatan dan relawan yang berasal dari Jabar di tempat bencana. Posko itu dipusatkan di Asrama Kujang, Jalan Pengok, Yogyakarta dan satu subposko di Klaten.
Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Nu'man A Hakim seusai memimpin rapat koordinasi penanganan pascagempa Yogyakarta dan sekitarnya di Bandung, Senin (29/5) mengatakan, bantuan sudah diberikan berbagai pihak, antara lain Wanadri, Paguyuban Jeep Bandung, PMI Jabar, tim kesehatan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Walhi Jabar.
"Prinsipnya untuk membantu semua yang terkena bencana agar bantuan itu yang berangkat dari sini (Jawa Barat) bisa terkoordinasi. Bahkan, kalau bisa kita akan mencoba untuk masuk ke daerah yang belum mendapatkan bantuan," tuturnya.
Direktur Utama RSHS Bandung, Cissy B Kartasasmita mengatakan, pihaknya siap menerima rujukan pasien korban gempa bumi. Saat ini tiga tim RSHS Bandung sudah berada di Klaten dan Yogyakarta. Tim RSHS Bandung sudah bekerja sejak Sabtu.
RSHS Bandung mengirimkan 17 dokter di antaranya dokter anestesi, bedah umum, dokter saraf, anak, dan ortopedi. Hingga saat ini, RSHS Bandung telah mengirimkan bantuan medik antara lain empat mobil ambulans, 4.000 butir obat antibiotik, 30 dus cairan infus. Dan peralatan operasi bedah kecil dan besar.
Rencananya tiga tim dari RSHS Bandung ini bekerja selama lima hari. Bantuan lainnya yang sudah dikirimkan ke sana, antara lain pengiriman dua unit truk pengangkut air bersih 5.000 liter, sarung 1.000 potong, terpal plastik 300 lembar, kendaraan jenis off road 14 unit, satu unit truk boks pengangkut makanan dan minuman.
Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan, juga tengah mengalokasikan bantuan dana untuk Yogyakarta. Beberapa pendanaan proyek tahun depan dari dana APBD akan dialihkan untuk bantuan gempa bumi Yogyakarta.
Untuk pengangkutan bantuan dari Bandung ke Yogyakarta, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi II Bandung, Sukendar Mulya mengatakan, pihaknya siap memberikan layanan angkut dengan menggunakan kereta menuju ke Yogyakarta. "Berapa pun akan kita antarbantuan tersebut, menggunakan kereta, seperti Argo Wilis, Turangga, dan lainnya."
Hal yang sama dilakukan oleh PT PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten. Mereka mengirimkan bantuan 19 buah genset, 42 orang tenaga medis dan teknis, perlengkapan jaringan tenaga listrik, obat-obatan, makanan siap saji, makanan bayi, gula, susu, beras, tenda, selimut, dan pakaian.
Bantuan Bengkulu
Secara terpisah Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin mengatakan, Pemprov Bengkulu membantu para korban gempa Rp 500 juta. Bantuan tahap pertama direncanakan diserahkan ke panitia Satkorlak setempat, Selasa (30/5).
Pemprov Bengkulu berencana mengirim sejumlah tenaga medis ke provinsi tersebut.
Hanya Agusrin belum dapat memastikan berapa jumlah tenaga medis dari Bengkulu yang akan dikirim ke Yogyakarta untuk membantu para korban gempa di daerah tersebut.
Untuk menghimpun bantuan dari masyarakat Bengkulu, sejak tiga hari lalu telah dibuka posko di kantor Kesbanglinmas. Posko ini dibuka untuk mempermudah masyarakat Bengkulu menyalurkan bantuannya kepada para korban gempa di Yogyakarta.
Sementara itu, kalangan generasi muda Kota Jambi Senin (29/5) mulai menggalang bantuan dari masyarakat guna membantu korban bencana gempa bumi di Yogyakarta. Penggalangan dana dilakukan di perempatan-perempatan dan tengah jalan dengan mengadakan kotak amal.
Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Jambi mengadakan pengumpulan dana di perempatan jalan kantor Gubernur Jambi, Telanaipura dan pusat pasar Kota Jambi.
Sedangkan Karang Taruna Jambi mengadakan pengumpulan dana di beberapa ruas jalan seperti ruas Jalan Buluran, Kota Jambi.
Sementara itu, Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Cabang Jambi mulai Senin menggalang bantuan masyarakat Jambi untuk membantu korban bencana di Yogyakarta. [ADI/141/143]