[JAKARTA] Seperti halnya banyak partai politik, Partai Golkar tidak ketinggalan ikut "beraksi" membantu menangani korban gempa bumi di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, sejak hari pertama, Sabtu lalu. Tidak kurang dari 2.000 kader Partai Golkar bekerja sebagai relawan di banyak titik, di antaranya, Bantul, Wonosari, Klaten, Yogya kota, dan Kulonprogo.
"Memang ribuan kader Partai Golkar di lapangan, tetapi memang tidak mengenakan atribut, karena memang tidak untuk dipolitisasi," kata penanggung jawab Tim SAR Partai Golkar untuk Gempa Bumi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, Firman Subagyo, kepada Pembaruan, Senin (29/5) malam melalui telepon. Firman yang adalah Ketua DPP Partai Golkar bidang Kesra, berada di Yogya sejak Sabtu lalu dan tengah memantau posko di Kulonprogo.
Sampai saat ini, katanya, telah didirikan 15 tenda, di antaranya, tujuh di Bantul, tiga di Wonosari, tiga lagi di Klaten dan dua tenda di Yogya. Sebagian besar tenda tersebut didirikan di depan rumah sakit untuk menampung korban luka yang tidak memperoleh kamar. "Selain itu kami juga telah mendistribusikan logistik dan membuat dapur umum, termasuk di dekat tenda yang kami dirikan," katanya.
Tim SAR Partai Golkar segera bisa ikut membantu penanganan gempa bumi, karena sebelumnya berada di Merapi. "Mereka ini yang kami alihkan untuk membantu korban bencana dan sekarang ditambah dari AMPG, AMPI, dan KPPG," kata Subagyo yang juga menyebutkan, Partai Golkar membentuk tim medis keliling.
Selain Partai Golkar, yang juga sudah "beraksi" adalah mantan fungsionaris PDI-P, Arifin Panigoro dengan "bendera" Tim Gabungan Jenggala Medco-Relawan Mahasiswa. Menurut Muntazar, salah satu staf Arifin Panigoro, Tim Gabungan ini telah mendirikan empat tenda peleton untuk tim medis keliling.
Selain itu mereka juga mendirikan dapur umum di halaman kampus ISI (Parangtritis). Tim Gabungan ini membantu ratusan warga yang tinggal di tenda-tenda di kawasan Sewon, Bantul. Tim Gabungan masih akan mendirikan tenda dan dapur umum. [Y-3]