SUARA PEMBARUAN DAILY

Korban Gempa Yogya Perlu Bantuan Psikologis

[JAKARTA] Bencana gempa tektonik berkekuatan 5,9 skala richter yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada Sabtu (27/5), membuat Sampoerna Foundation (SF), sebuah organisasi filantrofi yang bergerak di bidang pendidikan, melakukan serangkaian kegiatan untuk membantu korban bencana.

Seperti halnya yang dilakukan SF untuk para korban gempa dan tsunami di Aceh, SF mendirikan 10 tenda darurat untuk menampung korban gempa. Setiap tenda mampu memuat hingga 30 orang. Dua tenda dikhususkan untuk dapur umum, delapan lainnya menjadi tempat penampungan sementara bagi.

Berdasarkan pengalaman di Aceh, dampak dari bencana tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga mental dan psikologis. Melihat kenyataan tersebut, SF mengirim ahli-ahli psikologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Mereka ditempatkan di tiap tenda penampungan guna membantu memulihkan kondisi psikologis para korban.

Pernyataan tersebut disampaikan Elan Merdy, Chief Executive Officer Sampoerna Foundation, dalam siaran pers yang diterima Senin (29/5). "Kami juga menggandeng Earth Kid, sebuah LSM asal Yogyakarta, yang akan ditempatkan di area penampungan korban gempa di guna membantu para ahli psikologi dalam memberikan konseling trauma bagi para korban, mendirikan taman bermain, serta merawat bayi dan anak-anak yang membutuhkan bantuan pengasuhan sementara," katanya.

Pihaknya juga telah menghimpun para penerima beasiswa, baik yang masih aktif maupun para alumni untuk bergabung membantu korban bencana. Para penerima beasiswa sarjana strata satu (S1) dan S2 akan membantu pengaturan tenda-tenda dan juga membantu koordinasi dan penempatan personel di lapangan. Saat ini di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdapat kurang lebih 550 penerima beasiswa SF dari tingkat SD hingga S2. [PR/A-16]


Last modified: 30/5/06