[JAKARTA] Waspadai infeksi kuman Helicobacter pylori bila sakit maag berulang. Boleh jadi penyakit maag itu tidak hanya disebabkan stres maupun makan terlambat. Apabila infeksi kuman tidak diobati secara tuntas bisa menimbulkan kanker lambung.
Hal tersebut diutarakan dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH dalam simposium tentang Helicobacter pylori sebagai penyebab penyakit maag atau dispepsia terkait dengan Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia, Senin (29/5) di Jakarta. Menurut dia, kuman Helicobacter pylori cukup dominan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaa dari mulai yang ringan seperti radang sampai yang berat berupa luka (ulkus) di usus dua belas jari. Luka di usus dua belas jari 90 persen karena kuman, sedangkan luka di lambung 80 persen karena kuman.
Dalam jangka panjang, ujarnya, bila kuman tersebut tidak diobati dengan tuntas (eradikasi) maka sekitar 1 persen berpeluang menjadi kanker lambung. Luka pada usus dua belas jari menimbulkan perdarahan sehingga wajah penderita pucat, lemas dan anemia, serta feses berwarna hitam.
Disebutkan, infeksi Helicobacter pylori umumnya terjadi pada anak-anak dengan gejala nyeri perut berulang. Sementara, pada orang dewasa gejalanya berupa mual, dan kembung.
Infeksi kuman, ujarnya, bisa disembuhkan dengan menegakkan diagnosis yang tepat. Artinya, sebelum dilakukan pengobatan perlu dipastikan ada atau tidak kuman di lambung atau usus melalui pemeriksaan feses dan urea breath test (UBT). Adapun obat yang dipergunakan berupa dua jenis antibiotik dan penghambat pompa asam lambung.
"Di negara-negara berkembang yang sudah pernah dilakukan penelitian Helicobacter pylori, sekitar 60 persen dari populasi terinfeksi kuman tersebut. Hanya saja di Indonesia belum ada penelitian skala besar. Hanya saja dari pemeriksaan yang dilakukan pada pasien penyakit maag sekitar 20 persen sampai 25 persen ditemukan kuman," ujar Ari.
Lebih lanjut dikatakan, Helicobacter pylori hidup di dalam lambung yang terinfeksi. Kuman akan ke luar bersamaan dengan feses, dan bila seseorang yang sehat mengonsumsi makanan yang tercemar kuman tersebut akan menginfeksi orang yang sehat. Selain melalui makanan yang tercemar feses mengandung kuman, penyebaran penyakit infeksi ini juga bisa melalui muntahan (oral) dari orang yang terinfeksi Helicobacter pylori.
Ari mengingatkan, infeksi kuman bisa dicegah dengan berperilaku hidup bersih dan sehat. Seperti mengonsumsi makanan yang bersih dan dimasak dengan sempurna, mencuci tangan dengan sabun dan minum air yang sudah dimasak. [N-4]