SUARA PEMBARUAN DAILY

Siswa SMAN 94 Dipindahkan ke MAN 12

[JAKARTA] Sudin Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Jakarta Barat memperkirakan Gedung SMA Negeri 94 Semanan, Kalideres, Jakarta Barat yang terbakar akhir pekan lalu, tidak bisa digunakan lagi.

Menurut Kasudin Dikmenti Jakarta Barat, Amsani Idris, saat ini pihaknya bersama Dinas Dikmenti Pemrpov DKI Jakarta tengah membahas rencana pembangunan gedung baru sekolah tersebut. "Kita berharap dapat dibangun baru karena jika dimanfaatkan di ruang bagian bawah dikhawatirkan membahayakan," ujar Amsani di Jakarta, Senin (29/5) .

Kekhawatiran tersebut muncul, kata dia, disamping berpengaruh terhadap konstruksi, bangunan gedung sekolah itu sudah cukup tua. Sejak dibangun tahun 1988 bangunan itu belum pernah direnovasi total dan struktur tanah di lokasi itu bekas sawah.

"Untuk hasil pengkajian kami masih menunggu, apakah masih layak kondisi bangunan lama diperbaiki atau tidak," kata dia.

Amsani menambahkan, sambil menungu hasil kajian tersebut, Sudin Dikmenti Jakarta Barat memindahkan 833 siswa SMAN 04 ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 12 di Jl. Raya Duri Kosambi. îUntuk pemindahan ke MAN 12 itu, kami sudah memperoleh persetujuan baik dari Kantor Departemen Agama (Kandepag) maupun Kanwil Depag DKI dan penggunaan tersebut belum ada penentuan waktu. Karena jika bekas gedung yang terbakar harus dibangun baru maka membutuhkan waktu cukup lama,î terang dia.

Dari 833 siswa SMAN 94 itu, hanya 501 siswa yang menempati di MAN 12 dengan perincian kelas I sebanyak 232 siswa dan 269 siswa kelas II. Siswa kelas III tidak ada kegiatan belajar, hanya menunggu hasil ujian.

Gedung SMA Negeri 94 yang terbakar di lantai dua terdiri dari delapan lokal belajar, dua ruang audio, satu ruang koperasi, dan satu ruang perpustakaan. Sedang dibagian bawah lima ruang belajar, satu ruang kepala sekolah, satu ruang wakil kepala sekolah, satu ruang guru, satu ruang Fisika dan ruang Biologi.

Pada kesempatan itu, Amsani yang di dampingi Kasi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Sudin Dikmenti Jakarta Barat, Supiyan mengemukakan, sebanyak 1.074 orang mengikuti ujian kesetaraan paket C (setara SMA) pada Senin hingga Kamis (29 Mei-1 Juni). Dari jumlah tersebut, hanya dua orang yang mengikuti ujian kelas IPA, sedangkan sisanya mengikuti ujian IPS. [M-16]


Last modified: 30/5/06