SUARA PEMBARUAN DAILY

Malaysia Tangkap 12 Anggota Kelompok Garis Keras

[KUALA LUMPUR] Polisi Malaysia menangkap 12 orang yang diduga anggota jaringan kelompok radikal dari Indonesia. Mereka ditengarai merencanakan pengeboman di beberapa negara tetangga Malaysia. Demikian dilaporkan surat kabar The Star, Selasa (30/5).

The Star melaporkan, ke 12 orang tersebut bekerja di bawah naungan organisasi yang tidak dikenal. Pengakuan sementara ke 12 orang tersebut adalah mereka berasal dari kelompok radikal di Indonesia. Dua dari 12 orang yang ditahan tersebut adalah warga negara Malaysia. Penangkapan 12 anggota jaringan kelompok militan Indonesia ini merupakan sukses terbesar pihak keamanan Malaysia dalam operasi anti-teror setelah peristiwa penggerebekan lima tahun sebelumnya terhadap anggota Kumpulan Militan Malaysia (KMM). Pada saat yang sama, sejumlah anggota KMM, yang berafiliasi dengan jaringan kelompok Al-Qaeda, sudah ditahan dan dipenjarakan di bawah undang-undang yang membolehkan penahanan dalam kurun waktu tidak terbatas tanpa persidangan.

Surat kabar ini juga melaporkan bahwa 12 orang yang kini ditahan diduga kuat merupakan anggota kelompok radikal Indonesia. Sebagian besar dari mereka adalah warga negara Indonesia. Mereka ditangkap baru-baru ini menyusul penyelidikan pihak kepolisian Malaysia di wilayah Sabbah.

Menurut sumber, dalam penggerebekan ke 12 anggota kelompok radikal Indonesia tersebut, polisi juga menemukan beberapa senjata api dan sejumlah dokumen, termasuk cara-cara pembuatan bom. Kini, 11 dari 12 tersangka ditahan dengan pengamanan ekstra ketat di Pusat Penahanan Kamunting. Sebagian besar yang ditahan di Kamunting adalah para tersangka teroris. Mereka umumnya ditangkap saat penyergapan besar-besaran polisi Malaysia pada tahun 2001.

Salah satu tersangka, asal Malaysia, yang ditahan polisi Malaysia bekerja sebagai guru. Sementara, pekerjaan dari 11 orang itu umumnya pemilik rumah sewa, usaha transportasi, dan penyedia logistik bagi organisasi mereka.

Polisi terus melakukan penyelidikan jika organisasi mereka memiliki hubungan dengan kelompok Abu Sayyaf di Filipina selatan dan kelompok Al-Qaeda. [AP/W-12]


Last modified: 30/5/06