SUARA PEMBARUAN DAILY

Selebriti

Unjuk Rasa di Atas Pohon

Penyanyi folk Joan Baez (65) bergabung dengan pengunjuk rasa di atas pohon untuk menentang rencana penghancuran taman umum di sebelah selatan Los Angeles, AS. Penyanyi yang memimpin gerakan anti perang pada tahun 1960-an, menyanyikan lagu We Shall Overcome di hadapan para wartawan yang berkumpul di bawah pohon tempat dia berunjuk rasa.

Taman yang yang akan ditutup tersebut selama ini digunakan oleh sekitar 350 petani, yang sudah bercocok tanam di sana sejak tahun 1992. Dan pemiliknya kini meminta para petani itu keluar dari tanahnya karena masyarakat gagal mengumpulkan uang yang cukup untuk membeli tanah tersebut.

Para pendukung taman umum sudah diberi waktu sampai Senin (29/5) awal pekan ini untuk mengumpulkan uang sebesar US$ 16 juta (sekitar Rp 148 miliar). "Kami bisa mengumpulkan US$16 juta, dan itu merupakan prestasi yang istimewa," kata Daryl Hannah, salah seorang artis yang juga ikut berkampanye mempertahankan taman umum tersebut. "Jika setiap orang di Los Angeles mengumpulkan satu dolar saja, maka taman umum ini akan bisa diselamatkan," tambahnya.

Adapun Joan Baez bukan pertama kalinya mendukung gerakan menyelamatkan lingkungan. Dia pernah juga naik ke atas pohon untuk mendukung Julia "Butterfly" Hill, seorang pegiat lingkungan, yang hidup di atas pohon dari tahun 1997 sampai 1999 untuk mencegah ditebangnya sebuah pohon raksasa Redwood di California.(BBC.com/S-24)

Denzel Washington [Foto: AP]

Bangga Bermain dengan Jodie Foster

Denzel Washington peraih dua kali penghargaan Oscar bersikap merendah ketika ditanya komentarnya mengenai Jodie Foster. Pria itu baru saja tampil dalam film Inside Man bersama Jodie. Denzel berperan sebagai Detektif Keith Frazier yang menjadi negoisator pembebasan sandera di sebuah bank.

Aktingnya menawan. Upayanya untuk bersikap sabar saat bernegoisasi dengan perampok bank, dan ekspresinya saat berhadapan dengan keanehan Madeline White yang diperankan Jodie Foster, merupakan demonstrasi kematangannya sebagai aktor.

Di film yang memberikan kesempatan pada semua pemainnya untuk menampilkan akting terbaiknya dan bukan pada aksi-aksi bersenjata, Denzel dan Jodie Foster berlomba menampilkan makna di balik kata berperan. Berakting.

Lalu apa kata Denzel tentang Jodie yang lebih dulu popular di dunia film dibandingkan dengan dirinya. " Entah bagaimana, tapi yang pasti kami berhasil mengembangkan hubungan saling menghormati pada saat pengambilan gambar. Di luar itu, saya juga sangat menghormati kekuatan akting Jodie, " kata aktor yang penampilannya sebagai Steven Biko dalam film Cry Freedom akan terus membekas di hati penggemarnya.

Sikap Denzel yang merendah merupakan modal utamanya untuk mengembangkan karir di dunia film. Apalagi ketika berhadapan dengan bintang akting sekeliber Jodie Foster yang sejak kecil sudah malang melintang di layar lebar. Jangan lupakan Jodie kecil saat tampil dalam Taxi Driver. Pun perannya dalam The Silence of The Lamb yang membuat Jodie meraih banyak penghargaan dari dunia film.

Sutradara Spike Lee mempertemukan mereka. Denzel yang mengagumi akting Jodie tampil sebagai pemeran utama dalam Inside Man. Jodie sendiri tampil bukan sebagai pemain utama. Ia tampil selintas-selintas. Tapi kekuatan aktingnya, dan tentu saja perannya sebagai perempuan yang mengetahui rahasia di balik bank yang tengah dirampok, memberikan kekuatan tersendiri pada film itu.

Apapun, yang pasti, harapan Denzel untuk bermain bersama dengan Jodie sudah terlaksana. Dan Denzel tetap bersikap santun dan merendah. Modal utama bagi pekerja seni di dunia akting. (A-14)


Last modified: 29/5/06