[JAKARTA] Produksi nikel PT International Nickel Indonesia Tbk, (Inco) diperkirakan turun tujuh juta hingga delapan juta pon. Turunnya produksi akibat salah satu tanur listrik di Sorowako terbakar.
Dalam keterangan pada Senin (29/5), perusahaan tambang asal Kanada tersebut menyatakan selama tanur listrik dalam perbaikan, produksi menurun satu juta pon per minggu.
Seiring dengan penurunan produksi, perseroan bekerja sama dengan para pelanggan dalam mengantisipasi kebutuhan pasokan nikel. Selain itu, perseroan juga menyelidiki penyebab dan dampak dari kebakaran pada 23 Mei lalu. Berkaitan dengan kerusakan itu, perseroan akan memaksimalkan produksi dengan menambah kapasitas setelah tanur listrik kembali beroperasi normal. Tanur listrik nomor dua, diperkirakan kembali beroperasi dalam tujuh hingga delapan minggu. [PR/B-15]