[JAKARTA] Pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk keperluan dua pembangkit listrik milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan meningkat, menyusul kerusakan beberapa instalasi listrik akibat gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Juru Bicara PLN (Persero) Muljo Adji mengatakan, penambahan pembelian BBM akan dialokasikan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar di Bekasi, Jawa Barat dan PLTGU Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah.
Penambahan pembelian BBM itu akan mencapai 52 kiloliter atau senilai Rp 265 miliar.
Kedua PLTGU tersebut disiagakan penuh untuk memasok listrik ke wilayah bencana dan menopang keandalan pasokan di sistem kelistrikan Jawa-Bali.
PLTGU Tambak Lorok dan Muara Tawar sementara difungsikan untuk memasok listrik ke wilayah yang mengalami gempa dan juga sistem Jawa-Bali. Gempa telah memutuskan pasokan daya (listrik) dari Jawa bagian timur ke barat yang melewati jalur selatan. Akibatnya, daya yang semestinya melalui jaringan tersebut, seperti dari PLTU Paiton tidak bisa optimal mendukung sistem Jawa-Bali.
"Karena itu, PLN terpaksa mengalihkan pasokan dari PLTGU Tambak Lorok dan PLTGU Muara Tawar," katanya di Jakarta, Senin (29/5).
Kerusakan terparah terjadi di gardu induk tegangan ekstra tinggi (Gitet) Pedan di Klaten, Jawa Tengah. Gardu induk ini menjadi penyambung pasokan daya melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet) jalur selatan yang belum sepenuhnya rampung. Jaringan Sutet jalur selatan yang terganggu meliputi Kediri-Pedan-Ungaran.
Masa Perbaikan
Kebutuhan BBM untuk PLTGU Tambak Lorok diperkirakan mencapai 4.000 kiloliter per hari selama periode 28 Mei hingga 6 Juni 2006. Sedangkan tambahan BBM untuk PLTGU Muara Tawar diperkirakan sekitar 3.000 kiloliter per hari selama periode 28-31 Mei. Perkiraan penambahan pasokan BBM tersebut, menurut Muljo Adji, dengan memperhitungkan waktu untuk memperbaiki instalasi yang rusak.
PLN memperkirakan perbaikan Sutet jalur Kediri-Pedan-Ungaran selesai Rabu (31/5). Sedangkan, perbaikan Gitet Pedan butuh satu minggu, setidaknya hingga 6 Juni. "Saat ini, kelistrikan pascagempa di DIY dan Jawa Tengah sudah 95 persen normal. Hanya sebagian kecil di Bantul yang belum menyala," Muljo menegaskan.
Sejauh ini, PLN memperkirakan kerugian akibat gempa bumi mencapai Rp 160 miliar. [H-13]