SUARA PEMBARUAN DAILY

Pelukis IWPI Pameran di Kualalumpur

Maria Tjui [Foto: Istimewa]

Tiga tahun tertunda, akhirnya para anggota Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) akan mewujudkan rencana pameran bersama di Hotel Istana, Kuala Lumpur, Malaysia pada 8 Juni 2006. Sekitar 60 lukisan karya 24 pelukis anggota IWPI akan dipamerkan di hotel tersebut hingga 11 Juni 2006.

Ini untuk pertama kali IWPI mengadakan pameran di luar negeri. Kali ini IWPI mengikutsertakan dua maestro masing-masing Maria Tjui dan Rukmini Yusuf Affandi (putrid kandung maestro Affandi). Namun sebelumnya, beberapa anggota dari organisasi yang lahir 10 September 1985 ini, secara pribadi sudah pernah berpameran di mancanegara seperti di Amerika Serikat, Australia, Kanada, Italia, beberapa negara Asia Pacifik, dan Timur Tengah.

"Pameran ini akan dikuka oleh Dubes RI untuk Malaysia, Drs KPH Rusdihardjo, SH," tutur Ketua IWPI, Tio Jenie di Jakarta Senin (29/5) lalu.

Beragam aliran lukisan yang akan diusung oleh para pelukis IWPI dalam pameran trsebut, seperti realis, surealis, abstrak, kontemporer dan naturalis. Selama kurun waktu hampir 20 tahun, para pelukis wanita tersebut mengasah kemampuan menggores kanvas. Hasilnya tak hanya lukisan bunga, mereka mampu melukis abstrak, kontemporer, maupun satwa.

"Lihat saja kemampuan maestro Maria Tjui yang melukis dengan gaya kontemporer dan Rukmini Yusuf Affandi yang penuh percaya diri mewarisi bakat dari pelukis maestro Affadi. Lukisannya tentang rakyat jelata," tutur Tio Jenie yang melukis bunga dan pemandangan dengan cat minyak dan cat air.

Lukisan ÒTradisional MarketÓ karya Marria Tjui.  [Foto: Istimewa]

Wanita asal Tapanuli, namun lahir dan besar di Jawa Barat ini mulai melukis serius sejak bermukim di Tokyo dan Osaka, Jepang, saat dia bekerja di Pertamina. Kegemarannya melukis dengan cat air. Objeknya bunga mawar beraneka warna, pemandangan alam dam satwa. Dia sempat berpameran di Jepang, Korea, Italia, Amerika Serikat, Taiwan, dan Singapura. Tahun 1997 dia pensiun dari Pertamina dan mendirikan Sanggar Stella. Ibu dari empat anak dan nenek dari lima cucu ini punya banyak waktu untuk melukis. Dia terus melukis setelah suaminya mendahuluinya.

Pelukis senior IWPI, Kartini Subekti, memamerkan karya realisnya. Wanita yang lama menjadi diplomat ini kini lebih punya waktu untuk melukis setelah dia pensiun tahun 1995. Dia adalah kakak kandung pelukis "Pak Raden" alias Drs Suyadi.

Maestro pelukis, Maria Tjui kini berusia 72 tahun. Lukisannya bergaya surealis. Dia pernah lama bermukim di Peliatan, Bali untuk mengetahui dan meresapi budaya Bali. Sebelumnya dia kuliah di Yogyakarta dari tahun 1961 hingga 1963. Maria pernah belajar melukis di bawah bimbingan almarhumn S Sudjojono. Tahun 1987.

Wanita kelahiran Sumatera Barat yang masih sendiri ini melanglang buana di beberapa kawasan di Asia.

Rukmini Yusuf Affandi, putrid kandung pelukis maestro Affandi, awalnya menamatkan studinya di akademi dan perbankan di Yogyakarta. Tahun 1982 hingga 1988 dia mengikuti pendidikan melukis. Selain mendapat bimbingan dari sang ayah, Rukmini juga belajar dari pelukis Barli Sasmitawinata. (FA/S-24)


Last modified: 29/5/06