
Petinju Indonesia M Rachman diangkat para pelatihnya setelah berhasil mengalahkan petinju Meksiko Omar Soto pada pertandingan perebutan gelar Juara IBF kelas Bulu Ringan di Jakarta, Sabtu (6/5). Rachman berhasil mempertahankan gelarnya setelah menang KO di ronde ke-6. [Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno]
Kontingen Jawa Timur (Jatim) akhirnya memenuhi ambisinya untuk menjadi juara umum Kejuaraan Nasional Renang Kelompok Umur (KU) 2006. Pada perlombaan hari terakhir, di Stadion Renang Senayan Jakarta, Minggu (7/5), para perenang Jatim kembali mengisi pundi-pundi perolehan medali dengan menambah 9 emas, 11 perak, dan 7 perunggu. Dengan demikian dari sekitar 140 medali emas yang diperebutkan, Jatim mengoleksi 38 emas, 37 perak, 42 perunggu. Hari terakhir kemarin juga diwarnai dua kali pemecahan rekor nasional (rekornas). Perenang Sumatera Barat (Sumbar) Harizal memecahkan rekonas KU I (15-17 tahun) 50 meter gaya punggung pria dengan catatan 28,12 detik. Dalam Kejurnas Renang 2006 hanya terjadi enam pemecahan rekor. [M-17]
Tampil buruk dengan kekalahan tiga kali berturut-turut dalam penampilannya di GOR C-Tra Arena, Bandung, Bhinneka harus puas menempati urutan ketiga klasemen sementara kompetisi regular A Mild IBL 2006 pada putaran I sampai seri 3. Dalam penampilan terakhirnya di Bandung, Minggu (7/5), tim asuhan Irawan Sukamto harus mengakui keunggulan tim muda Jakarta Kalila yang menghabisi Bhinneka dengan skor 88-68 (46-40). [ADI]
Oscar De La Hoya menjanjikan akan segera memutuskan siapa calon lawan berikutnya dalam minggu-minggu mendatang. Oscar merebut gelar juara dunia dari tangan Mayorga setelah memukul TKO pada ronde keenam dalam pertandingan perebutan gelar juara tinju dunia kelas menengah junior versi WBC di Las Vegas, Minggu (7/5) WIB. [AP/W-6]
Para binaragawan dari Papua keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Binaraga yang diselenggarakan oleh Federasi Binaraga Indonesia (FBI) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Sabtu (6/5) lalu. Dari tujuh kelas yang dipertandingkan, hanya kelas 55 kg dan kelas 75 kg yang lepas dari tangan Papua. Itupun karena Papua tidak menurunkan binaragawannya. [W-6]