![[Foto: AP/Katsumi Kasahara]](08uber08.gif)
Foto kiri: Pelatih tim Piala Thomas China, Li Yongbo (kiri) membawa trofi Piala Thomas didampingi para pemainnya. China juara setelah mengalahkan Denmark 3-0 pada final di Tokyo, Jepang, Minggu (7/5). Foto kanan: Para pemain tim Piala Uber China, dengan bangganya berfoto bersama dengan trofi yang direbutnya setelah mengalahkan Belanda 3-0 pada babak final di tempat yang sama, Sabtu (6/5).
[TOKYO] Untuk kedua kalinya berturut-turut negara raksasa bulutangkis China mengawinkan gelar juara Piala Thomas dan Uber. Di Tokyo Metropolitan Gymanasium, Tokyo, Jepang, Minggu (7/5), tim Thomas China memastikan gelar juara setelah menundukkan tim yang juga dikalahkannya dua tahun lalu, Denmark dengan skor 3-0. Sehari sebelumnya, tim Uber memastikan diri merebut gelar kelima secara berurutan setelah mengalahkan Belanda juga dengan skor 3-0.
Terakhir, negara yang mampu mengawinkan gelar juara dua kali secara berurutan, adalah Indonesia, pada 1994 dan 1996. Namun, pada tahun ini Indonesia gagal total, terutama di tim Uber di mana tim Merah Putih gagal menembus putaran final. Tim putra pun tidak dapat berbuat banyak. Taufik Hidayat dan kawan-kawan hanya mampu bertahan hingga babak semifinal karena dihentikan China 0-3. Hasil semifinal ini persis seperti dua tahun lalu, di mana Indonesia menyerah di tangan Denmark.
Lin Dan membuka kemenangan China dengan mengalahkan mantan pemain nomor satu dunia Peter Gade 21-17, 21-1 19 dalam waktu 48 menit. Selanjutnya, ganda Fu Haifeng/Cai Yun, meskipun kehilangan satu set akhirnya mengalahkan peringkat satu dunia Jens Erikssen/Martin Lundgaard Hansen 19-21, 21-11, 21-18. Tunggal kedua, Bao Chunlai memastikan China mempertahankan gelar juara setelah harus bertarung dalam tiga set saat bertemu Kenneth Jonassen 21-12, 12-21, 21-12.
Sementara itu, tim putri China memenangi Piala Uber untuk kelima kalinya secara beruntun setelah tanpa mengalami kesulitan mengalahkan tim yang baru pertama kali maju ke final, Belanda 3-0, Sabtu (6/5). Mengomentari kemenangan tersebut, manajer tim China, Li Yingbo mengaku bangga dengan timnya. [Ant/W-11]