SUARA PEMBARUAN DAILY

Drama "Scudetto" Belum Berakhir

Pemain klub Juventus dari Cheska, Pavel Nedved memperlihatkan reaksinya dalam pertandingan Liga Italia Seri A antara Juventus versus Palermo di Stadion Delle Alpi, Turin, Minggu (7/5). Juventus menang 2-1.[AP/Luca Bruno]

[TURIN] Drama perebutan gelar juara Liga Seri A Italia (scudetto) musim ini belum selesai. Dua tim yang berpeluang merebut gelar kehormatan tersebut yakni "si Nyonya Tua" Juventus dan "Rossoneri" AC Milan masih harus menjalani pertandingan terakhir atau pamungkas mereka, pekan depan, untuk menentukan siapa yang berhak merebut scudetto musim ini.

Kemenangan Juventus atas Palermo 2-1 di Stadion Delle Alpi, Turin, Minggu (8/5) malam dan keperkasaan AC Milan yang unggul atas tuan rumah Parma 3-2 di Stadion Ennio Tardini, Parma, membuat drama perebutan gelar juara semakin menarik.

Juventus yang kini sudah meraih poin 88, lebih berpeluang ke tangga juara karena unggul tiga angka atas AC Milan yang meraih nilai 85. Dengan nilai itu, Juventus hanya membutuhkan satu poin saja untuk mempertahankan gelar juara Seri A. Apabila di pertandingan terakhir pekan depan Juventus meraih minimal hasil seri melawan tuan rumah Reggina, maka mereka akan menjadi juara meskipun AC Milan bisa memenangkan pertandingan melawan AS Roma di Stadion San Siro.

Namun, kalau Juventus kalah atas Reggina dan Milan meraih kemenangan, maka keduanya akan mempunyai nilai sama yakni 88. Jika hal ini terjadi, gelar juara akan dicuri AC Milan sesuai dengan peraturan head to head kedua kesebelasan musim ini. Dari dua kali pertemuan kedua tim di musim ini, Juventus kalah 1-3 di San Siro dan imbang 0-0 di Turin. Di Delle Alpi, Juventus unggul atas Palermo lewat gol Pavel Nedved di menit ke-31 dan Zlatan Ibrahimovic di menit ke-51. Gol balasan Palermo dicetak Denis Godeas di menit ke-62.
Sedangkan di Stadion Ennio Tardini, gol kemenangan AC Milan disumbangkan Kaka di menit ke-29, Marcos Cafu di menit ke-43, dan Clarence Seedorf di menit ke-55. Tuan rumah, Parma memperkecil ketinggalan lewat lewat aksi Bernardo Corradi di menit ke-53 dan di menit ke-87.

Kado Indah

Di Liga Utama Inggris, drama perebutan tiket Liga Champions musim depan berakhir sudah. Manchester United (MU) akhirnya keluar dari tekanan Liverpool dan berhasil menduduki posisi runner-up klasemen akhir musim ini setelah memetik kemenangan telak 4-0 atas Charlton Athletic di laga terakhirnya.

Pertandingan terakhir juga menjadi kado indah buat Arsenal dimana tim berjuluk "The Gunners" ini berhasil menggeser Tottenham Hotspur di posisi empat setelah menang 4-2 atas Wigan Athletic di Stadion Highbury, London.

Dengan demikian, Chelsea dan Manchester United secara otomatis lolos ke putaran final Liga Champions musim 2006/2007 sedangkan Liverpool dan Arsenal harus mengikuti babak kualifikasi.

Gol kemenangan MU di Stadion Old Trafford dicetak striker Louis Saha, Cristiano Ronaldo, dan Kieran Richardson, serta gol bunuh diri Jason Euell. Dengan kemenangan yang diraihnya tersebut, MU unggul satu angka dari Liverpool, yang juga meraih kemenangan atas Portsmouth dengan skor 3-1.

Dari 38 pertandingan, MU mengumpulkan 83 poin, sedangkan Liverpool 82. Tempat keempat diduduki Arsenal dengan nilai 67 yang secara dramatis menggeser Tottenham Hotspur 65 ke urutan lima yang ditekuk West Ham United 1-2. Bagi Spurs, kekalahan menyakitkan tersebut membuat harapan besar mereka untuk berlaga di arena Liga Champions musim depan menjadi pupus. Klub asuhan Matrin Jol itu harus rela bertanding di Piala UEFA musim depan. [AP/Yahoo.com/E-7]


Last modified: 6/8/06