SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Batal Tampil di FSS 2006

Kelompok kesenian Aborigin, Australia, akhirnya batal tampil di Festival Seni Surabaya (FSS) 2006, Jawa Timur (Jatim) bulan Juni mendatang. Tetapi pembatalan ini tidak ada kaitannya dengan masalah politik, melainkan karena pendeknya persiapan.

"Hanya masalah persoalan waktu yang sangat pendek bagi kelompok itu untuk bisa tampil di Surabaya.

Karena mereka juga mempersiapkan untuk tampil di Amerika Selatan pada Juni 2006 itu," kata Project Officer musik pada FSS 2006, Nasar Bathithi. Kelompok kesenian dari komunitas suku asli Australia itu, semula direncanakan setelah tampil di FSS 2006, akan melanjutkan penampilannya di Amerika Selatan.

Mepetnya waktu tersebut, membuat pihak panitia, termasuk pada FSS 2006 terpaksa membatalkan kehadiran mereka untuk tampil di Surabaya.

"Bukan persoalan politis. Yang pasti hanya karena mepetnya waktu buat mereka untuk mempersiapkan pentas di Amerika Selatan itu yang membuat kita membatalkan," kata Nasar Bathithi. [029]

Siap Dikritik Pers

Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin mengatakan, dirinya siap dikritik oleh pers sepanjang kritik yang disampaikan untuk perbaikan berbagai kebijakan yang ditelurkanya dalam membangun provinsi tersebut agar lebih maju lagi dari yang ada selama ini.

"Silakan kawan-kawan pers mengkritik saya, tapi kritik yang disampaikan itu bukan hanya sekedar mengkritik saja. Harus ada jalan keluarnya, sehingga persoalan yang dihadapi dapat diatasi dengan baik," kata Gubernur Agusrin saat memberikan sambutan pada peluncuran surat kabar harian Bengkulen Pos, bertempat di hotel Rio Asri, Minggu (7/5) siang.

Ia mengatakan, dengan terbitnya Harian Umum Bengkulen Pos tersebut, maka jumlah surat kabar harian yang terbit di Provinsi Bengkulu menjadi tiga harian. Dua di antara dibawah bendera Jawa Pos. "Saya berharap dengan terbitnya Harian Bengkulen Pos ini akan menambah pilihan bagi masyarakat Bengkulu untuk membaca surat kabar," ujarnya. [143]

Pencuri Terumbu Karang

Tim Patroli Keamanan Laut Terpadu (Kamladu) yang terdiri dari Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan (PKP) Lamongan, Polairud, Satroltas Lantamal III TNI-AL, dan Pengawas Sumberdaya Ikan (Wasdi) berhasil menangkap lima kapal yang melakukan pencurian terumbu karang di dekat Wisata Bahari Lamongan (WBL), Minggu (7/5).

"Sebelas pelaku yang tertangkap basah saat melakukan pencurian terumbu karang, langsung disidik oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS)," kata Kepala Dinas perikanan, kelautan, dan peternakan Lamongan, Mustakim Arif kepada wartawan Minggu (7/5).

Pencurian terumbu karang ini mempergunakan lima kapal tanpa surat-surat tersebut mempergunakan peralatan kompresor untuk perlengkapan menyelam serta linggis, palu, parang, betel, dan gergaji besi.

Kelima kapal tersebut dengan nama Kopi Susu dinakodai Roni dari Karawang Jabar, Kapal Srikandi dengan nakoda Feri asal Sedayulawas Brondong, Kapal Bandara dinakodai Kusnul Arif asal Sedayulawas, kemudan 2 kapal tanpa nama masing-masing dengan nahkoda Andik asal Serang Banten dan Faizin asal Sedayulawas. [029]

Tanam 1.000 Pohon Cemara Laut

Sebanyak 1.000 bibit pohon cemara laut ditanam di sepanjang Pantai Panjang, Kota Bengkulu untuk mengamankan pantai tersebut dari ancaman abrasi mengingat gelombang laut di daerah ini sangat tinggi.

Penanaman pohon cemara laut tersebut dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin bersama unsur Muspida tingkat I, Minggu (7/5).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Ir Syamsul Bahri Nasution kepada wartawan mengatakan, 1.000 bibit cemara tersebut selain ditanam di sepanjang Pantai Panjang juga di tanam di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Sungai Serut dan Jengalo.

Pasalnya, lahan di sekitar kedua sungai tersebut kritis, sehingga perlu dilakukan penghijauan agar tidak terjadi erosi. Sebab, jika terjadi erosi sungai tersebut akan mengalami pendangkalan. Bila ini terjadi maka jika datang musim hujan sungai tersebut meluap dan mengenangi perkampungan penduduk yang ada di sekitarnya. [143]


Last modified: 6/8/06