SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

RSUP M Djamil Tangani Bayi Kembar

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil, Padang, segera membentuk tim dokter untuk menangani kasus bayi kembar Zahara dan Syahwa. Penanganan semacam ini baru pertama kali terjadi di Sumatera Barat.

Menurut Kepala Sub-Bagian Perinatoly IKA RSUP Dr M Djamil, dr Rizalya Dewi kepada Pembaruan akhir pekan lalu, Syahwa memiliki empat kaki dan empat tangan, namun hanya memiliki satu kepala. Kondisi Syahwa bukanlah kembar komplet dan tergolong tidak sempurna. Hal ini terjadi karena pembelahan sel telur tidak sempurna.

Kedua bayi memiliki berat badan di bawah normal. Zahara hanya memiliki berat badan 1.700 gram, sedangkan Syahwa 2.000 gram. Berat normal bayi di atas 2.500 gram. Sejauh ini, belum ditemukan persoalan berat pada kedua bayi, putri pasangan Metra Neli (23) dan Fauzi Abadu (27) yang dilahirkan Selasa (2/5) di Puskesmas Bungus, Teluk Kabung, Padang. [BO/A-16]


Ijazah Undar Diduga Dipalsukan

Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, Jawa Timur, menengarai banyak ijazah palsu sarjana strata satu dan dua (S1 dan S2)) yang diperjualbelikan masyarakat di luar kota, seolah mereka mengikuti kuliah jarak jauh. Padahal sampai saat ini, Undar belum memiliki satu pun program kuliah jarak jauh. "Mereka memberikan kemudahan dan jaminan lulus dalam dua tahun kuliah untuk S1 dan satu tahun setengah untuk S2. Tarif S1 Rp 8,5 juta dan S2 Rp 12,5 juta per orang," ujar Pembantu Rektor III Undar, Drs Achmad Suhardjo Msi, baru-baru ini.

Menurutnya, seluruh kegiatan kuliah lembaga pendidikan tinggi yang dirintis almarhum KH Mustain Romli itu masih dilaksanakan di kampus Undar. "Kita belum punya program kuliah jarak jauh, tetapi anehnya sudah ada informasi sedikitnya sembilan kota di Jatim dan Jateng yang membuka kelas jarak jauh," katanya. [070]

Layanan Khusus Pasien Miskin

Membeludaknya jumlah pasien dari keluarga miskin (gakin) yang berobat ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, membuat rumah sakit rujukan pemerintah ini membangun sebuah gedung baru untuk menampung sekitar 400 pasien keluarga miskin (gakin). "Jumlah pasien gakin meningkat 245 persen dari 2004 ke 2005," ujar dr Noormartany, Direktur Umum dan Operasional RSHS di Bandung, pekan lalu.

Selama 2004, RSHS menerima 20.797 pasien gakin, sedangkan di 2005, jumlahnya meningkat menjadi 71.707 pasien. Sementara di 2006, hingga Februari, rumah sakit ini memberikan pelayanan perawatan dan pengobatan gratis kepada 16.537 pasien gakin. Pasien gakin itu dirawat jalan, rawat darurat, dan rawat inap.

Namun, sambungnya, jumlah sarana dan prasana di RSHS yang bisa digunakan oleh pasien gakin sangat terbatas. Contohnya, di ruang perawatan C2 kelas III setiap hari selalu penuh dengan pasien yang antre untuk dioperasi bedah. Ruangan itu menyediakan 46 tempat tidur. "Dari pasien yang ada di ruangan itu, 95 persen adalah gakin. Rencananya, pembangunan gedung akan dimulai 2007," kata Noormartany. [ADI/M-15]

Pemeriksaan Akupunktur Keliling

Anggota Polwan Briptu Nazmi mencoba pemeriksaan penyakit dengan metode akupunktur keliling di Jalan MH Thamrin, Jakarta, akhir pekan lalu. Pemeriksaan penyakit dengan alat tusuk jarum ini dikenakan biaya Rp.20.000 per orang. [Pembaruan/Jurnasyanto Sukarno]


Last modified: 6/8/06