SUARA PEMBARUAN DAILY

Jakarta Jelang pagi

Kompak Seusai Musibah

Aksi penyerangan oleh sekelompok orang ke Kampung Ciheuleut, Bogor Tengah, menyisakan suasana mencekam di kampung yang berada tak jauh dari Tol Jagorawi itu. Minggu (7/5) malam hingga Senin (8/5) pagi tadi, warga pun bergantian melakukan ronda menjaga kampung.

Mereka khawatir, terjadi serangan susulan di saat warga sedang tertidur lelap. Terlebih lagi, serangan pertama kelompok tersebut terjadi saat Minggu (7/5) dini hari pukul 02.00 WIB.

Seperti lazimnya terjadi di mana pun, selalu saja ada hikmah dibalik peristiwa buruk apa pun. Akibat peristiwa yang menewaskan satu orang dari kelompok penyerang itu, kini warga pun bahu-membahu menjaga keamanan kampungnya.

Antartetangga, menjadi kian akrab. Padahal sebelumnya, akibat kesibukan masing-masing, jangankan ronda malam bersama, bertemu silaturahmi sulit dilakukan.

Maklum saja, Kampung Ciheuleut merupakan salah kampung yang dihuni para pekerja dan mahasiswa serta pendatang, yang sehari-harinya disibukkan pekerjaan masing-masing.

Yang mengherankan, semua warga tak tau pasti apa penyebab "serangan mendadak" itu. Yang mereka tau, warga ramai-ramai melawan penyerang karena merasa dirinya dan kampungnya terancam oleh pihak luar yang tidak dikenal sama sekali.

Sambil ronda, sejumlah rumor pun "berterbangan" dari mulut ke mulut yang sulit dicari kebenarannya. Misalnya, mengenai penyebab serangan.

Ada yang mengisukan terjadi karena percekcokan antarsopir angkot. Ada juga yang mengatakan, penyerangan dipicu oleh rebutan lahan parkir dan beragam rumor lainnya.

Dalam suasana yang tidak menentu, segala macam rumor bisa saja berkembang liar. Seperti dituturkan salah seorang warga, Suwardi (35), di beberapa rumah, kaum ibu dan anak-anak pun tak berani tidur sendirian. Akibatnya, malam itu di banyak rumah anggota keluarganya terpaksa tidur "berjamaah" di ruang tengah.

Di rumah milik Sahroni, warga tiba-tiba dikejutkan oleh suara jeritan perempuan saat jam menunjukkan pukul 03.00 WIB. Sontak, para peronda yang sudah mulai mengantuk pun berhamburan mendatangi rumah tersebut. "Eh... tak tahunya Eny (20), puteri Sahroni menjerit karena kakinya digigit tikus yang nyelonong ke ruang tengah tempat semua anggota keluarga tidur bareng," tutur Wardi.

Kontan saja, warga yang berkerumun pun tertawa sambil terus kembali ke pos penjagaan masing-masing. [Pembaruan/Setia Lesmana]


Last modified: 6/8/06