Pejabat tertinggi PBB untuk bantuan kemanusiaan, Jan Egeland, Minggu (7/5), mengatakan kehadiran pasukan PBB sangat diperlukan di Darfur. Di sana terdapat lautan milisi yang bisa menghambat operasi kemanusiaan. Selama tiga tahun Darfur memang didera konflik, dimana milisi Janjaweed yang pro pemerintah menyerang penduduk sipil. Pemberontak itu juga melakukan berbagai aksi kejahatan.
Pemerintah Sudan dan faksi terbesar dari kelompok pemberontak negara itu, Jumat kemarin, menandatangani perjanjian damai. Akan tetapi Egeland mengatakan persoalan di Darfur belum selesai, meski keadaan di sana tidak seburuk pada tahun 2004 ketika terjadi banyak pembunuhan. [BBC/L-8]
Enam warga Korea Utara (Korut) mendapat status pengungsi dari Amerika Serikat (AS) dan telah meninggalkan Korut, kata seorang senator AS, Minggu (7/5). Ini adalah kasus pertama dimana Washington mau menerima pengungsi dari Korut sejak Amerika meloloskan undang-undang yang mempermudah warga negara komunis itu mengajukan diri sebagai pengungsi.
Kelompok itu, pada Jumat lalu, tiba di sebuah negara Asia Tenggara yang tidak disebutkan namanya, termasuk seorang wanita yang dikatakan menjadi korban pernikahan paksa. [BBC/L-8]
Kelompok Pemberontak Macan Tamil, Minggu (7/5), mengatakan, utusan khusus Jepang, yang berada di Sri Lanka sejak Sabtu lalu, tidak bisa bertemu dengan pemimpin pemberontak.
Selama lawatan empat harinya, Yasushi Akashi akan melakukan pembicaraan dengan tokoh-tokoh senior di dalam pemerintahan, termasuk Presiden Mahinda Rajapakse. Akashi beberapa kali berkunjung ke Sri Lanka sejak gencatan senjata disepakati tahun 2002.
Lawatannya ini dilakukan di saat Sri Lanka menghadapi masa tersulit dalam empat tahun belakangan. Lebih dari 100 orang terbunuh, dan pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak Macan Tamil sering pecah, yang merupakan pelanggaran langsung dari kesepakatan gencatan senjata. [BBC/L-8]