SUARA PEMBARUAN DAILY

Akademisi Australia Dituduh Dalangi Separatisme Papua

[CANBERRA] Pemerintah Indonesia menuduh dua akademisi dari Universitas Deakin Australia menggelorakan semangat separatisme di Papua. Jakarta juga menyesalkan Pemerintah Australia tidak mengambil sikap tegas terhadap universitas tersebut.

Universitas Deakin ketika dikonfirmasi membenarkan telah menerima selembar surat yang dikirim oleh Departemen Pendidikan Nasional Indonesia. "Kami memahami, dalam surat itu disebutkan ada beberapa akademisi (dekan) yang memiliki pandangan yang menurut Indonesia sebagai upaya mempengaruhi Papua ke arah membangkang terhadap Indonesia," kata universitas tersebut dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima The Age, Senin (8/5).

Surat yang dikirim Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia menyebutkan dua nama yakni Damien Kingsbury dan Scott Burchill dari Program Studi Politik dan Internasional Universitas Deakin.

Dr Burchill adalah seorang dekan senior di Hubungan Internasional dan komentator hubungan Indonesia-Australia. Sementara Dr Kingsbury sudah menulis beberapa buku tentang Indonesia dan pernah menjadi mediator antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk sebuah kesepakatan damai yang bertujuan mengakhiri konflik di wilayah itu. Kedua dekan itu juga adalah kontributor untuk harian The Age.

Dr Kingsbury mengatakan, dia sangat yakin Pemerintah Indonesia memiliki pandangan lain tentang dia, seolah-olah memiliki kontak dengan para separatis Papua.

"Surat itu murni sebuah refleksi tentang kesalahan mendasar tentang urusan saya dan apa yang saya geluti. Saya terlibat sangat jauh membantu mengatasi persoalan Aceh dan jika mereka sungguh ingin pengalaman yang sama untuk Papua, maka saya siap melakukannya," katanya.

Tapi yang terjadi, Dr Kingsbury malah dilarang memasuki Indonesia sejak Desember 2004, dan dia sangat yakin larangan itu dikeluarkan Badan Intelijen Negara (BIN). Dia mengatakan, namanya dan Dr Burchill sudah ada dalam daftar BIN bersama sejumlah aktivis, akademisi dan politisi Australia yang akan dilarang masuk Indonesia, apalagi ke Papua.

Universitas Deakin membela mati-matian kedua dekannya dengan mengatakan, pihaknya akan "mendukung sepenuhnya kebebasan staf kami." [L-8]


Last modified: 6/8/06