SUARA PEMBARUAN DAILY

Penjara Guantanamo Akan Ditutup

[WASHINGTON] Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush, Minggu (7/5), mengatakan, dia ingin segera menutup penjara Guantanamo Bay. Namun, sampai kini Bush masih menunggu keputusan Mahkamah Agung. Upaya penutupan penjara Guantanamo tersebut sudah didesak sejumlah pemimpin negara-negara lain.

Para kelompok penggiat HAM, seperti dilaporkan Reuters, menuding AS telah melakukan pelanggaran HAM di penjara tersebut. Cara-cara petugas di penjara tersebut yang melanggar HAM, menurut lembaga penggiat HAM tersebut, adalah interogasi yang menggunakan cara-cara kekerasan fisik. Namun tudingan itu dibantah oleh Pemerintah AS.

Kelompok penggiat HAM ini juga mengkritisi penahanan yang tidak jelas terhadap para tersangka sejak penjara Guantanamo dibuka tahun 2002 sebagai bagian dari sikap AS dalam perang melawan teroris.

Keinginan Presiden Bush menutup penjara Guantanamo terlontar saat dia diwawancarai TV ARD Jerman mengenai sikap Pemerintah AS dalam soal HAM, menyusul terungkapnya laporan aksi kekerasan dalam menangani para tahanan di penjara Guantanamo.

"Jelas, Guantanamo merupakan isu yang menyinggung orang-orang. Saya ingin segera menutup penjara itu dan segera menyidangkan para tahanan. Para petinggi Mahkamah Agung masih meneliti apakah mereka (para tahanan) bisa keluar sebelum persidangan umum atau militer. Mereka akan segera dihadirkan ke persidangan. Seseorang tidak bisa mengatakan bahwa ada orang-orang yang mereka telah bunuh. Mereka tidak memberikan orang-orang ini kesempatan untuk persidangan yang adil," kata Bush.

Mahkamah Agung AS berharap bisa mengeluarkan keputusan mengenai para tahanan pada akhir Juni ini, apakah mereka disidangkan dalam pengadilan militer sebagai tersangka teroris dengan status kewarganegaraan asing atau tidak.

AS memiliki 480 tahanan di Guantanamo dan telah melepaskan atau menyerahkan kepada pemerintah masing-masing tahanan dengan jumlah sekitar 272 tahanan. Pentagon menyebutkan, tidak bisa menahan seseorang terlalu lama kecuali amat penting.

Pentagon juga menyatakan bahwa para tahanan di Guantanamo berasal dari 40 negara dan sebagian dari wilayah Tepi Barat. Sebagian besar tahanan itu berasal dari Saudi Arabia, Afghanistan dan Yaman. [W-12]


Last modified: 6/8/06