SUARA PEMBARUAN DAILY

Sehari Setelah Pemilu Singapura

Pemimpin Oposisi Dicekal

James Gomez  [AFP/Roslan Rahman]

[SINGAPURA] James Gomez, pemimpin oposisi dari Partai Buruh yang dikalahkan dalam pemilihan umum (pemilu) di Singapura akhir pekan lalu dicegah untuk tidak meninggalkan Singapura.

Penahanan itu dilakukan karena dinilai menentang pelaksanaan dan hasil perhitungan pemilu. "Polisi telah menerima pengaduan penolakan James Gomez dari bagian pemilu dan tengah menyelidikinya," kata seorang juru bicara polisi di Singapura, Senin (8/5).

Partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Lee Hsien Loong (54), Partai Aksi Rakyat (PAP), memenangi pemilu dengan perolehan jumlah suara mayoritas (66,6 persen). Dalam pemilu pertamanya sejak terpilih Agustus 2004, kubu PM Lee berhasil menguasai 82 dari 84 kursi parlemen. "Saya baru ditahan di bandara dalam perjalanan ke Swedia melalui Bangkok. Saya katakan ini merupakan kasus intimidasi kriminal," kata Gomez melalui pesan singkat telepon selulernya.

Gomez adalah seorang ilmuwan politik dan peneliti yang berafiliasi dengan International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA), yang merupakan sebuah kelompok prodemokrasi yang berbasis di Stockholm.

Pimpinan Worker Party, Sylvia Lim, juga telah diminta kedatangannya ke kantor polisi untuk menjadi saksi. Dia menolak berkomentar kepada wartawan setelah pertemuan darurat dengan pihak kepolisian tersebut. Gomez menjadi pusat perhatian selama kampanye pemilu karena mengatakan bagian penyelenggara pemilu telah menghilangkan dokumen mereka. Namun dia meminta maaf karena ternyata dokumen tersebut justru tidak dimasukkan oleh pihaknya.

Dua kursi tersisa dari 84 kursi masih dipegang kubu oposisi yang diwakili Sekjen Partai Buruh Low Thia Khiang (49), dan Ketua Aliansi Demokratik Singapura Chiam See Tong (71). Dengan kemenangan tersebut maka Perdana Menteri (PM) Lee memperoleh mandat hingga lima tahun mendatang.

"Ini berarti rakyat mendukung apa yang telah dilakukan pemerintah. Terima kasih karena telah memberi kami mandat yang kuat. Dengan tim baru ini, kita akan melihat perkembangan Singapura 15-20 tahun mendatang," kata Lee.

Kendati menang, dukungan rakyat kepada PAP yang telah berkuasa selama 40 tahun itu justru menurun dibandingkan dengan pemilu tahun 2001 yang memperoleh dukungan suara hingga 75,3 persen. Ini berarti banyak rakyat yang menginginkan perubahan dalam pemerintahan. [AP/H-12]


Last modified: 6/8/06