SUARA PEMBARUAN DAILY

INFO

[Foto: Trubus]

Burung Hantu sebagai Peliharaan

Popularitas Harry Potter menular kepada burung hantu, yang di dalam film berperan sebagai tukang pos. Burung hantu, anggota famili Stringiformes, kini menjadi salah satu satwa yang dilirik untuk dijadikan hewan peliharaan.

Burung hantu adalah burung pemangsa yang mencari makan di malam hari. Burung hantu sangat senang makan tikus, burung-burung kecil, ikan, serangga, dan binatang melata seperti kadal hingga ular.

Burung ini dicirikan dengan matanya yang tajam, dengan letak seperti mata manusia, mengarah ke depan. Paruhnya melengkung ke dalam, dan kukunya sangat tajam.

Ahli mendata terdapat 144 jenis burung hantu yang tersebar di seluruh dunia, 26 jenis di antaranya ditemukan di Asia Tenggara, dan 13 jenis terdapat di Pulau Jawa dan Bali. Burung hantu yang dikenal di Jawa biasa disebut celepuk merah dan celepuk gunung. Burung hantu yang sangat terkenal adalah burung hantu salju, burung hantu gudang (barn owl), burung hantu elang, dan bloketepu.

Tidak sulit merawat burung hantu. Cukup dikandangkan seperti ayam, atau dibiarkan bertengger namun diikat kakinya supaya tidak terbang. Untuk pakannya, bisa disediakan cacing hidup yang disuapkan setiap pagi.

Burung hantu peliharaan cenderung masuk kandang pada siang hari, dan baru kembali aktif pada malam hari. [PR/A-18]

[Foto: Istimewa]

Kembang Kuburan Naik Pamor

Kamboja naik pamor menjadi tanaman hias koleksi. Fungsinya pun bukan lagi sebagai penghias kuburan seperti selama ini dikenal. Warnanya pun bukan lagi putih atau merah. Belakangan muncul kamboja putih semburat kuning, kuning, merah bersemburat kuning, bahkan merah bersemburat putih dan kuning.

Bunga kamboja, atau dikenal juga dengan nama kembang jepun, memang sedang jadi tren, mengiringi kepopuleran aglaonema dan adenium. Dalam pameran-pameran tanaman hias, label yang dipasang berbunyi plumeria. Varietasnya pun bermacam-macam namanya, seperti Harry Potter, Windmollen, Big Pink, Grove Fram, Hawaiian Sunset, Madame Ponny, Splash Pink, Snow White, hingga Aztec Gold.

Tersirat dari namanya, varietas yang disebut belakangan itu memang masih impor, atau persilangan dari induk impor. [PR/A-18]

Anthurium andreanum [Foto: Koleksi Lita, Ekuador]

Bakal Jadi Tren

Aglaonema dan adenium memang masih jadi primadona di kalangan penggemar tanaman hias. Belakangan, plumeria, kembang kuburan, naik daun menjadi tanaman hias koleksi, setelah para penangkar mampu menyilangkan untuk menghasilkan warna-warna baru.

Namun, ramalan Kurniawan Junaedhie (50), pengusaha tanaman hias, boleh disimak. Di tempat usahanya, Toekang Keboen, di Taman Tekno BSD, Tangerang, belum lama ini, ia meramalkan anthurium bakal kembali jadi tren.

Anthurium adalah marga lebih dari 800 jenis yang ditemukan di kawasan tropis dari Meksiko hingga wilayah utara Argentina dan Uruguay, juga di kawasan Hindia Barat. Sekalipun bukan tanaman asli Hawaii, jenis Anthurium andreanum dikenal sebagai bunga nasional Hawaii.

A andreanum, contoh lain, ditemukan di Kolombia pada 1876 oleh Edouard André, yang lalu mengirimkannya kepada Jean Linden di Belgia. Dari sana tanaman hias itu kemudian menjadi koleksi Royal Botanic Gardens di Kew, Inggris. Dari Inggris, tanaman itu kemudian diintroduksi ke Kepulauan Hawaii pada 1889, yang kemudian menyebar cepat ke seluruh penjuru Hawaii. Sejak itu, anthurium menjadi salah satu bunga potong yang sangat digemari.

Pada perkembangannya, kolektor bukan hanya memburu anthurium berbunga, karena anthurium daun juga tak kalah cantiknya, di antaranya Anthurium jemanii, Anthurium jimenezzi, atau Anthurium hookeri. [A-18]


Last modified: 5/5/06