SUARA PEMBARUAN DAILY

Penggerebekan Noordin M Top, 2 Tewas, 2 Menyerah

[WONOSOBO] Dua anggota jaringan teroris Noordin M Top tewas, satu terliuka dan seorang lagi menyerahkan diri dalam aksi penggerebekan oleh Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri didukung Polda Jateng dan Polres Wonosobo di satu rumah kontrakan Dusun Wringin Anom, Desa Binangun, Kecamatan Kretek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (29/4) sekitar pukul 04.30 WIB.

Keterangan yang dihimpun Pembaruan, Sabtu pagi, menyebutkan, sebelum dilakukan penggerebekan lokasi tersebut sudah dikepung oleh petugas berpakaian preman sejak Jumat (28/4) malam. Sempat terjadi kontak tembak antara polisi dengan penghuni rumah kontrakan itu.

Menurut warga di sekitar lokasi kejadian, kontak tembak terjadi selama sekitar 30 menit dan sempat terdengar dua ledakan dari dalam rumah. Nyonya Lies (35), warga desa setempat yang bekerja di kantor kecamatan, menuturkan, rumah bercat biru yang terbuat dari setengah tembok dan tripleks itu tak mengalami kerusakan berarti. Hanya kaca-kaca bagian depan hancur dan beberapa bagian rumah rusak terkena tembakan.

Dalam penggerebekan itu tiga penghuni rumah kontrakan yang disebut- sebut bernama A Hadi alias Bambang dan Jabir tewas di tempat, sedangkan Solahudin dan Miftahudin, yang sempat melarikan diri sebelum penggerebekan, menyerahkan diri di Temanggung.

Informasi di lapangan menyebutkan, ada dua versi penyebab tewasnya kedua orang itu. Pertama, mereka tewas terkena tembakan polisi. Kedua, mereka sengaja meledakkan diri dengan bom yang sudah ada di rumah tersebut. Saat ini polisi masih menutup akses jalan di depan rumah yang terletak tepat di depan Balai Desa Binangun, pinggir jalan raya Kretek-Wonosobo itu.

Ribuan warga terus berdatangan ke sekitar lokasi, namun tak bisa mendekat, karena ditutup oleh garis polisi dan dijaga puluhan petugas. Akibatnya, jalur dari Wonosobo menuju Banjarnegara atau Temanggung dan Magelang, tertutup total. Penutupan ruas jalan itu dilakukan sejak pukul 06.00 WIB.

Kapolri di Lokasi

Nyonya Lies mengatakan, penghuni rumah kontrakan itu sudah menetap di sana sejak tahun lalu dan bekerja sebagai penjual pakaian bekas di depan rumah. Keempat pria itu dikenal warga berperilaku sopan.

Kapolres Wonosobo AKBP Agus Broto Waspodo yang dikonfirmasi membenarkan kejadian itu, namun enggan memberikan informasi lebih lanjut. Menurutnya, Kapolri akan memberikan penjelasan langsung. Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Drs Dody Sumantyawan HS berada di lokasi untuk melihat kondisi bekas penggerebekan itu.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol Sutanto melalui Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam kepada Pembaruan di Jakarta, Sabtu, membenarkan penggerebekan lima warga yang disinyalir teroris dari kelompok Noordin M Top.

Terkait pengungkapan itu, Kapolri Sutanto langsung berangkat ke lokasi penggerebekan Sabtu pagi. Menurut Anton, pengejaran sampai penangkapan kelima warga tersebut berdasarkan pengembangan penyelidikan kasus teroris yang menjadi target operasi Polri selain berkat dukungan informasi.

Sumber di Mabes Polri menyebutkan, ketiga jenazah masih diperiksa Tim Forensik Mabes Polri guna mematangkan ciri fisik terutama identitasnya, apakah sesuai fisik Noordin M Top.

Suasana di Kota Wonosobo Sabtu pagi mencekam. Semua jalur masuk ke Wonosobo mulai dari arah barat, Purwokerto dan dari arah timur, Temanggung, sempat diblokir, menyusul penggerebekan itu.

Semua kendaraan umum dan pribadi yang melewati Wonosobo diperiksa. Sejauh itu, petugas belum menemukan penumpang yang pantas dicurigai.[142/WMO/070/G-5]


Last modified: 29/4/06