SUARA PEMBARUAN DAILY

Konsorsium "Subway" Belum Final

[JAKARTA] Konsorsium yang dibentuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belum secara resmi ditunjuk sebagai kontraktor pembangunan angkutan transportasi kereta bawah tanah (subway). Pembentukan konsorsium dimaksudkan untuk mematangkan studi sehingga bisa memanfaatkan muatan lokal yang sebesar-besarnya.

Menteri Negara BUMN Sugiharto, di Jakarta, Senin (24/4), mengatakan, 15 perusahaan anggota konsorsium yang terdiri dari 10 perusahaan BUMN karya dan lima perusahaan swasta itu bukan merupakan konsorsium final untuk membangun subway.

Ke-15 perusahaan terdiri dari 10 BUMN, yaitu PT Adhi Karya sebagai pemimpin konsorsium, PT Wijaya Karya, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, PT Indah Karya, PT INKA, PT LEN Industri, PT Kereta Api dan PT Danareksa Sekuritas. Sedangkan lima perusahaan swasta adalah PT Saka Adhi Prada, PT Wiratman and Associates, PT Bukaka Trans System, PT Indonesia Transit Central dan PT Global Profex Synergy.

"Kita harus mulai kerja dan menghitung bagaimana desain awal, engineering (perekayasaan) dan itu memerlukan dana. Untuk itu, mereka berkumpul dan sepakat mematangkan studi agar bisa dilakukan pemanfaatan sebesar-besarnya material lokal," papar Sugiharto.

Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengaku tidak dilibatkan dalam pembicaraan dengan investor terkait pembiayaan proyek subway, saat berkunjung ke China bersama rombongan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pekan lalu. "Saya tidak diajak berunding hal-hal teknis. Saya cuma diajak untuk melihat teknologi subway di sana (China, Red)," tutur Sutiyoso di Balai Kota, kemarin.

Menurut dia, sikap pemerintah pusat tersebut, patut dipertanyakan. Sebab sebelumnya, Pemprov DKI selalu dilibatkan dalam pembicaraan proyek subway.[B-15/L-10/J-9]


Last modified: 25/4/06